Kelas 58 - The Class
DESCRIPTION
Andrew Elliot takut setengah mati menghadapi reuni. Dua puluh lima tahun telah berlalu sejak ia lulus dari Universitas Harvard.
Sudah jadi apakah mantan teman-teman sekelasnya sekarang?
Setahunya kebanyakan dari mereka berhasil meraih kesuksesan. Mantan teman sekamarnya sekarang menjadi kandidat menteri luar negeri. Salah satu temannya yang dulu miskin kini menjadi dekan.
Seorang lagi, yang dulu selalu diremehkan, mencapai puncak prestasi sebagai pemusik terkenal. Sementara dalam hidupnya sendiri, Andrew tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan. Semua itu membuat ia kian terpuruk dalam perasaan rendah diri. Tapi benarkah hidupnya gagal total?
Dalam reuni yang dramatis itulah ia menemukan betapa mahal harga yang harus mereka bayar, betapa pedih rasa sakit yang mereka alami demi mencapai keberhasilan itu. Dan Andrew Elliot ikut berpusar terombang-ambing di tengah gairah, tawa, tragedi, dan ambisi tak terkendali anggota Kelas 58.
***
*Cetak Ulang Ganti Cover & Format*
REVIEW Kelas 58 - The Class
| Rating |
![]() ![]() ![]() ![]() |
Cerita dalam novel karya Erich Segal ini mengenalkan kepada pembaca, bagaimana seharusnya kita menuntun hidup kita sendiri untuk bisa bahagia, dalam arti yang sesungguhnya. Cara bertutur dalam novel ini sangat apik, apa adanya, dan memaksa otak kita mengingat banyak nama tokoh, tempat, peristiwa, dan hubungan antarsetiap tokoh. Agak rumit karena melibatkan banyak orang, namun, gaya penulisan yang santai dan sederhana, tidak membuat kita kebingungan.
Inilah novel yang secara gamblang menceritakan bagaimana kehidupan di Universitas Harvard. Sebuah kampus yang telah melahirkan banyak tokoh besar Amerika Serikat, dan tentu saja dunia. Perjalanan para siswa dari sekolah persiapan sampai sekolah lanjutan. Perbedaan mencolok tentang asal sekolah itu juga menjadi perbincangan sendiri bagi masing-masing anggota kelas, demikian mereka menyebut setiap siswa yang akhirnya menjadi bagian dari kampus terbaik itu.
Serius, mengandung unsur intelektualitas tinggi, diselingi humor, dan ketegangan tertentu pada bagian ceritanya. Itulah gambaran ringkas tentang apa yang terjadi pada halaman demi halaman novel ini. Persaingan antaranggota kelas, mulai dari tingkat terendah hingga berakhir dengan situasi terburuk pun tak terelakkan. Setiap orang berlomba untuk menjadi yang utama dan pertama. Jika gagal, liang pemakaman, atau setidaknya rumah sakit jiwa, siap menampung jasad mereka. Tak sedikit mahasiswa yang ditemukan gantung diri atau mengonsumi obat-obatan mematikan karena tak menjadi bagian dari kelompok yang pertama dan utama itu.
Adalah Andrew Eliot, laki-laki sederhana yang ditakdirkan menjadi bagian dari keluarga yang selalu menciptakan sejarah dunia, adalah pemeran utama dalam novel ini. Andrew, yang merasa diri tak pernah punya ambisi untuk berprestasi, melihat sendiri bagaimana anggota kelas tahun itu, tumbang dan menang. Kebanyakan mereka, kalah oleh emosi yang tak mampu mereka kendalikan sendiri. Seperti pernyataan seorang teman Eliot, Jason Gilbert, “Tapi tekanan di sini memang bisa kejam sekali. Maksud saya, untuk mendapat nilai.”
Tapi Eliot, tak pernah ikut bersaing dalam kompetisi itu. Dia berusaha hidup apa adanya dan tak pernah merasa besar karena tingginya derajat keluarga Eliot di mata Harvard khususnya. Hingga pernah suatu hari, Eliot berbincang dengan Profesor Samuel Eliot Morison, pria terhormat yang merupakan keluarga jauh Andrew Eliot. Kepada Morison, penerus generasi Eliot itu mengaku, “Sir, mungkin sebaiknya Anda tahu bahwa nilai-nilai saya tidaklah terlalu cemerlang. Mereka takkan pernah memberi kesempatan pada saya untuk menyusun disertasi.”
Dalam catatan-catatan hariannya, Andrew selalu merasa dirinya bukan siapa-siapa dan tak pernah berbuat apa-apa kecuali hal-hal remeh dalam kehidupan di kampus. Dia tak pernah berpikir dirinya akan menjadi bagian terpenting dari kehidupan orang-orang “hebat” di dunia di masa mendatang. Andrew selalu merasa cukup bangga dengan hal kecil yang sudah dilakukannya untuk orang lain. Padahal sesungguhnya, hal itu punya arti penting bagi orang yang ditolongnya. Andrew telah mengajarkan, menjadi berprestasi bukan berati berbahagia dan kehebatan bukan ukuran kebaikan.
WHY CHOOSE US?
Nikmati koleksi Buku Drama terlengkap ditambah discount spesial.
Pesanan Anda segera Kami proses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006. Berikut Testimonial dari Pengguna Jasa Bukukita.com
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Bagikan melalui Whatsapp















