Kelas 58 - The Class

  • Cover Kelas 58 - The Class
Rp 85.200
Hemat Rp 17.040
Rp 68.160
Judul
Kelas 58 - The Class
Penulis
No. ISBN
979
Tanggal terbit
Oktober - 2007
Jumlah Halaman
648
Berat
500 gr
Jenis Cover
Soft Cover
Dimensi(L x P)
150x230mm
Kategori
Drama
Bonus
-
Text Bahasa
Indonesia ·
Lokasi Stok
Gudang Penerbit icon-help
Stok Tidak Tersedia

DESCRIPTION

Andrew Elliot takut setengah mati menghadapi reuni. Dua puluh lima tahun telah berlalu sejak ia lulus dari Universitas Harvard.
Sudah jadi apakah mantan teman-teman sekelasnya sekarang?

Setahunya kebanyakan dari mereka berhasil meraih kesuksesan. Mantan teman sekamarnya sekarang menjadi kandidat menteri luar negeri. Salah satu temannya yang dulu miskin kini menjadi dekan.

Seorang lagi, yang dulu selalu diremehkan, mencapai puncak prestasi sebagai pemusik terkenal. Sementara dalam hidupnya sendiri, Andrew tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan. Semua itu membuat ia kian terpuruk dalam perasaan rendah diri. Tapi benarkah hidupnya gagal total?

Dalam reuni yang dramatis itulah ia menemukan betapa mahal harga yang harus mereka bayar, betapa pedih rasa sakit yang mereka alami demi mencapai keberhasilan itu. Dan Andrew Elliot ikut berpusar terombang-ambing di tengah gairah, tawa, tragedi, dan ambisi tak terkendali anggota Kelas 58.

***

*Cetak Ulang Ganti Cover & Format*

REVIEW Kelas 58 - The Class

Oleh : kandi, 21 Nov 2009-09:44:32

Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating
Mengagumkan!

Cerita dalam novel karya Erich Segal ini mengenalkan kepada pembaca, bagaimana seharusnya kita menuntun hidup kita sendiri untuk bisa bahagia, dalam arti yang sesungguhnya. Cara bertutur dalam novel ini sangat apik, apa adanya, dan memaksa otak kita mengingat banyak nama tokoh, tempat, peristiwa, dan hubungan antarsetiap tokoh. Agak rumit karena melibatkan banyak orang, namun, gaya penulisan yang santai dan sederhana, tidak membuat kita kebingungan.

Inilah novel yang secara gamblang menceritakan bagaimana kehidupan di Universitas Harvard. Sebuah kampus yang telah melahirkan banyak tokoh besar Amerika Serikat, dan tentu saja dunia. Perjalanan para siswa dari sekolah persiapan sampai sekolah lanjutan. Perbedaan mencolok tentang asal sekolah itu juga menjadi perbincangan sendiri bagi masing-masing anggota kelas, demikian mereka menyebut setiap siswa yang akhirnya menjadi bagian dari kampus terbaik itu.

Serius, mengandung unsur intelektualitas tinggi, diselingi humor, dan ketegangan tertentu pada bagian ceritanya. Itulah gambaran ringkas tentang apa yang terjadi pada halaman demi halaman novel ini. Persaingan antaranggota kelas, mulai dari tingkat terendah hingga berakhir dengan situasi terburuk pun tak terelakkan. Setiap orang berlomba untuk menjadi yang utama dan pertama. Jika gagal, liang pemakaman, atau setidaknya rumah sakit jiwa, siap menampung jasad mereka. Tak sedikit mahasiswa yang ditemukan gantung diri atau mengonsumi obat-obatan mematikan karena tak menjadi bagian dari kelompok yang pertama dan utama itu.

Adalah Andrew Eliot, laki-laki sederhana yang ditakdirkan menjadi bagian dari keluarga yang selalu menciptakan sejarah dunia, adalah pemeran utama dalam novel ini. Andrew, yang merasa diri tak pernah punya ambisi untuk berprestasi, melihat sendiri bagaimana anggota kelas tahun itu, tumbang dan menang. Kebanyakan mereka, kalah oleh emosi yang tak mampu mereka kendalikan sendiri. Seperti pernyataan seorang teman Eliot, Jason Gilbert, “Tapi tekanan di sini memang bisa kejam sekali. Maksud saya, untuk mendapat nilai.”

Tapi Eliot, tak pernah ikut bersaing dalam kompetisi itu. Dia berusaha hidup apa adanya dan tak pernah merasa besar karena tingginya derajat keluarga Eliot di mata Harvard khususnya. Hingga pernah suatu hari, Eliot berbincang dengan Profesor Samuel Eliot Morison, pria terhormat yang merupakan keluarga jauh Andrew Eliot. Kepada Morison, penerus generasi Eliot itu mengaku, “Sir, mungkin sebaiknya Anda tahu bahwa nilai-nilai saya tidaklah terlalu cemerlang. Mereka takkan pernah memberi kesempatan pada saya untuk menyusun disertasi.”

Dalam catatan-catatan hariannya, Andrew selalu merasa dirinya bukan siapa-siapa dan tak pernah berbuat apa-apa kecuali hal-hal remeh dalam kehidupan di kampus. Dia tak pernah berpikir dirinya akan menjadi bagian terpenting dari kehidupan orang-orang “hebat” di dunia di masa mendatang. Andrew selalu merasa cukup bangga dengan hal kecil yang sudah dilakukannya untuk orang lain. Padahal sesungguhnya, hal itu punya arti penting bagi orang yang ditolongnya. Andrew telah mengajarkan, menjadi berprestasi bukan berati berbahagia dan kehebatan bukan ukuran kebaikan.

WHY CHOOSE US?

TERLENGKAP + DISCOUNTS
Nikmati koleksi Buku Drama terlengkap ditambah discount spesial.
FAST SHIPPING
Pesanan Anda segera Kami proses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006. Berikut Testimonial dari Pengguna Jasa Bukukita.com
LOWEST PRICE
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Produk digital

Buku sejenis lainnya

Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama lainnya:

WorkLess, EarnMore the trilogy Part 1
Buku Who The Hell Are You? Buku Personal Branding
Buku pengembangan Diri Januari 2020
Buku Populer & Terlaris 2020