Display Buku
 
Rp 0
Hemat Rp 0
Rp 0

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari yuuuCaaaa
 
  14 Sep 2012 - 10:19:50

Isi Resensi :
Savage Thunder - Johanna Lindsey


Colt Thunder atau White Thunder adalah satu-satunya orang yang bertahan hidup dari kelompoknya. Ibunya memaksanya melarikan diri ke rumah Jessie, sesaat sebelum perang dimulai. Seluruh keluarga Colt meninggal di peperangan itu, kecuali adik beda ibunya. Ya seperti dibuku sebelumnya (Brave The Wild Wind), Jessi dan Colt memang sudah bersahabat sejak kecil, namun Colt menyadari ada ikatan lain antara dirinya dan Jessie, itulah mengapa walaupun Jessie telanjang di depannya dia tidak pernah merasakan hal lain. Selama hidup bersama Jessie, Colt belajar bersikap seperti orang kulit putih. Bahkan kekasihnya pun rela melepas keperawanannya untuk Colt, karena mengiranya orang berkulit putih. Sayangnya begitu ayah sang gadis mengetahui latar belakang Colt, dia langsung marah besar. Colt nyaris meninggal di tangan sang ayah. Semenjak saat itu Colt tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita berkulit putih. Lady Jocelyn memiliki sebuah rahasia yang menyangkut dengan nama baik almarhum suaminya. Satu-satunya cara agar nama baik suaminya itu tidak tercemar adalah menikahi pria yang tidak mengenal suaminya sama sekali atau dia harus memiliki kekasih sebelum menikah dengan pria yang di inginkannya. Jocelyn yang memang telah menghabiskan tiga tahun hidupnya dengan berpindah-pindah untuk menghindari pembunuh yang ingin membunuhnya, namun di perjalannya dia diselamatkan oleh seorang Indian. Jocelyn langsung menginginkan Colt begitu dia melihatnya, dia bahkan rela membayar mahal pria itu agar dia mau menjadi pengawalnya. Colt awalnya menolak tawaran sang Duchess, tapi pertemuan mereka berikutnya memaksa Colt untuk menerima tawaran itu. Colt berusaha sebisanya untuk menghindari sang Duchess, dia berusaha untuk tidak menghabiskan malamnya di sekitar perkemahan sang Duchess karena dia tidak ingin menyiksa dirinya dengan membanyangkan pakaian apa yang dikenakan sang Duchess ketika tidur. Jocelyn semakin hari semakin menginginkan Colt dia bahkan sengaja mengatur rencana agar Colt masuk ke kamarnya ketika dia sedang sendirian. Walaupun hampir gagal, akhirnya Colt masuk ke perangkap sang Duchess. Colt merasa dirinya telah dimanfaatkan oleh Jocelyn, dia marah pada wanita itu, tapi dia juga tidak bisa menghindari dari kebutuhannya untuk selalu berada dekat dengan Sang Duchess. Jocelyn pun menyadari bahwa dia menikmati hubungannya dengan Colt, walaupun mereka sering bertengkar tapi Jocelyn menginginkan Colt. Colt bekerja untuk mengantar Jocelyn ke Wyoming dan di saat perjalanan mereka berakhir, nyawa Jocelyn semakin terancam. Colt merencanakan perjalanan yang berbeda. Dia meminta Jocelyn untuk berkuda hanya berdua dengannya sementara itu para pengikutnya melakukan perjalanan seperti biasa. Selama diperjalanan Jocelyn nyaris terjatuh dari kuda karena kelelahan karena itu Colt menawarkan kudanya untuk sang Duchess. Jocelyn ada di kuda yang sama dengan Colt, sementara Jocelyn tertidur, Colt justru menikmati acara 'berkuda' yang spesial dengan sang Duchess. Jocelyn tidak pernah tahu mengapa Colt begitu membencinya sampai dia mengetahui tentang masa lalu Colt. Hanya saja dia terlalu keras kepala untuk mengalah dan mengatakan bahwa dia mencintai Colt. Colt juga merasa sang Duchess tidak akan mau menikah dengannya karena dia adalah seorang Indian. Pertengkaran antara Jocelyn dan Colt cukup seru, disamping itu pembunuh bayaran yang bernama Angel juga ketegangan yang berbeda di kisah ini. Saya sangat suka buku ini :)
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]