Display Buku
Seri Tokoh Dunia 62 - Mother Teresa
 
Rp 28.800
Hemat Rp 5.760
Rp 23.040

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari gabriel20
 
  19 Mar 2011 - 10:43:29

Isi Resensi :
Melayani Yang Termiskin Dari Yang Miskin


"Menurut darah, saya seorang Albania. Menurut kewarganegaraan, saya seorang India. Menurut iman, saya seorang biarawati Katolik. Menurut panggilan, saya milik dunia. Sementara hati saya, sepenuhnya milik Hati Yesus." ~ Beata Teresa dari Kalkuta Buku ini telah memberi semangat hidup dan inspirasi bagi saya. Seorang yang penuh dedikasi. Ialah Bunda Teresa. Terlahir dengan nama Agnes Gonzha Bojaxhiu. Pada usia 18 tahun ia memulai perjalanannya di Biara Suster - Suster Loretto di Irlandia. Ia memilih nama Suster Maria Teresa. Ia memulai perjalanan melayani orang miskin di Kalkuta tanggal 21 Desember 1948. Ia mengunjungi keluarga-keluarga di Kalkuta, membasuh borok dan luka beberapa anak, mengobati luka-luka yang menganga dan berbau busuk beberapa orang, merawat seorang bapak tua yang tergeletak sakit di pinggir jalan dan merawat seorang wanita sekarat yang hampir mati karena kelaparan dan TBC. Ia mengerjakan itu semua dengan tulus dan ikhlas sambil mengalungkan salib di leher dan memegang rosario di tangan. Buku ini telah menyadarkan saya bahwa di sekitar kita masih banyak yang lebih buruk dari apa yang kita alami dan mereka memerlukan bantuan dari kita. Kita pun juga seharusnya mengucap syukur atas pemberian Tuhan kepada kita. Bukannya mengeluh. Kita juga seharusnya belajar memberi lebih banyak. Ibu Teresa lalu membentuk Kongregasi Para Biarawan Misionaris Cinta Kasih. Selain itu ia juga membentuk perkumpulan-perkumpulan para imam, biarawan, dan biarawati lainnya untuk menanggapi kebutuhan kaum miskin, baik jasmani maupun rohani, dangan lebih baik. Mata Dunia mulai terbuka terhadap Ibu Teresa dan karyanya. Berbagai penghargaan diberikan padanya, mulai dari Nobel perdamaian, Indian Padmashri Award, Hadiah perdamaian dari Beato Paus Yohanes XXIII , Magsaysay (Philipina), warga kehormatan India, Albania, USA, gelar kehormatan dan lain-lain. Di akhir masa hidupnya ia mengalami penyakit yang cukup parah. Namun ia terus berjuang untuk orang miskin. Bunda Teresa pun menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 5 September 1997 pukul 9.30 malam. Ratusan ribu pelayat dari penjuru dunia berdatangan untuk menyampaikan penghormatan terakhir mereka. Ibu Teresa diberi kehormatan dimakamkan secara kenegaraan oleh pemerintah India pada tanggal 13 September 1997. Jenazahnya pun dimakamkan di Rumah Induk Misionaris Cinta Kasih. Ibu Teresa telah memberi teladan iman yang kokoh, harapan yang tak kunjung padam, dan cinta kasih yang luar biasa bagi semua orang. Sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Maka dari itu, tanpa keraguan saya memberi penilaian sangat bagus untuk buku ini.
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]