|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
06 Jun 2011 - 22:05:09
Isi Resensi : jingga dan senja
Jingga dan senja adalah buku pertama. buku kedua dari jingga dan senja adalah jingga dalam elegi.
Kedua novel ini berisi tentang dua orang murid yang memiliki kandungan nama yang sama serta waktu kelahiran yang sama, yaitu pada saat matahari tenggelam
Sesungguhnya novel ini mempunyai cerita yang menarik serta penulis dapat meneganggkan pembaca dengan kejadian-kejadian dalam cerita ini, akan tetapi penulis banyak memberikan bocoran akhir cerita pada cerita ini.
Sehingga sebagian besar pembaca sudah bisa menebak akhir cerita pada saat mereka selesai membaca buku "Jingga dan Senja"
Pada saat membaca novel "Jingga Dalam Elegi", tidak ada lagi misteri yang membuat para pembaca ingin mengetahui akhir cerita ini.
Jikalau penulis tidak menulis hal-hal yang membuka akhir cerita terlalu banyak seperti "...ia mengeluarkan hp barunya yang hanya ia gunakan untuk menelepon satu orang." mungkin pembaca tidak akan bisa menebak akhir cerita.
Sebaiknya penulis hanya menulis 3-5 hal yang sangat membuka akhir cerita tersebut, sehingga pembaca akan membaca sambil berpikir.
Tidak hanya membaca sepintas tetapi membuat pembaca larut dalam cerita.
Demikian sebaliknya, ketika sang pembaca telah mengetahui hasil akhir, mereka tidak merasa larut ke dalam cerita sehingga pembaca merasa bosan dengan alur cerita yang dibuat oleh penulis.
Bagi pembaca yang sudah mengetahui hasil akhir mereka tidak perlu membaca novel yang kedua, "Jingga dalam elegi".
Komentar yang kedua pada novel ini.
Bagi saya sosok Nyoman tidak perlu dimasukan ke dalam tokoh novel ini.
Kalaupun ingin dimasukan, sosok Nyoman tidak perlu diceritakan secara mendetail, seperti yang dilakukan pada bab perkenalan
Jika terlalu banyak tokoh pada suatu novel, akan mengakibatkan pembaca merasa binggung dengan tokoh-tokoh yang ada
Sosok Fio menampilkan bahwa dirinya seorang yang bodoh.
Hal tersebut sibuktikan dalam bagian 'Tari pergi ke rumah Ari'. Sebelumnya, Fio telah mengetahui bahwa Ata akan menyuruh Fio pulang, tetapi kenapa Fio masih ingin ikut ke rumah Ari dengan Tari??
Komentar yang ketiga pada novel ini.
Bahasa pada saat bagian SMS sangat membinggungkan pembaca, sebaiknya bahasa yang digunakan jangan menggunakan singkatan.
Sebaiknya bahasa yang digunakan, adalah bahasa sehari-hari tetapi tidak terlalu baku seperti yang dilakukan antaran bos dengan karyawan
Lalu pada saat bercerita penulis menulis "itu" menjadi "tu". Misalnya pada "...tu anak". Menurut saya sebaiknya jangan menggunakan kata "tu" pada saat bercerita.
Menurut saya, "... itu anak." tidak terlalu baku serta masih termasuk kategori bahasa sehari-hari. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|