Display Buku
The Unfortunate Miss Fortunes
 
Rp 55.800
Hemat Rp 11.160
Rp 44.640

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari Warlock
 
  01 Mei 2012 - 12:25:06

Isi Resensi :
The Unfortunate Miss Fortunes


Tampilan cover buku ini sangat menarik. Diperlihatkan bahwa buku ini akan menceritakan kisah-kisah penyihir. Dengan sapu dan mantra-mantra yang berkelap-kelip “cling” seperti kisah-kisah cerita penyihir seharusnya. Judulnya pun sudah mengundang kisah mistik. Novel ini menceritakan kisah 3 gadis kakak beradik yang memang mengusai ilmu sihir. Novel ini mengingatkan saya pada kisah series di televisi yang juga bercerita tentang kisah tiga gadis penyihir Charm. Dan saya sangat menyukai kisah-kisah itu, sehingga saya memutuskan untuk membeli buku ini. Namun setelah membaca buku ini saya sedikit banyak kecewa. Isinya tidak seperti yang saya harapkan. Saat membacanya membuat saya bosan dan bahkan menggantinya dengan membaca buku lain. Tapi saya berfikir positif, karena dalam sebuah cerita biasanya bila saat kita sudah mencapai isinya klimaksnya akan terlihat keseruan dari buku tersebut. Ceritanya ada tiga kakak beradik, Dee, Lizzie, dan Mare Fortune yang memiliki keistimewaan yaitu bisa melakukan sihir. Anak pertama bernama Dee dia adalah seorang shapeshifter, penyihir yang bisa berubah bentuk. Biasanya ia berubah bentuk menjadi burung *dari segala macam jenis*. Anak nomor dua bernama Lizzie dia bisa mengubah bentuk suatu benda, dan dia sedang berusaha sekuat tenaga mengubah jerami menjadi emas *dengan alasan untuk membantu perekonomian keluarga*. Dan anak terakhir adalah Mare, sang ratu semesta. Mare memiliki kekuatan telekinesis mampu menggerakkan benda-benda. Keluarga Fortune sudah lama berkelana demi lari dari incaran bibi mereka Xan. Dee menemukan orang tuanya mati di tangan Xan, dan Xan menginginkan kekuatan mereka bertiga. Xan sangan kuat, karena Dee tak mampu melawannya yang bisa dia lakukan hanya melindungi adik - adiknya dengan besembunyi dari sihir dan Xan. Namun tanpa di duga Xan sudah mengetahui keberadaan mereka. Xan menggunakan mantra cinta sejati dan mengirimkan tiga pria yang merupakan cinta sejati ketiga kakak beradik ini dengan tujuan agar mereka bertiga melepaskan kekuatan sihir mereka dan memberikannya pada Xan. Awalnya kakak beradik ini tidak curiga dengan kedatangan ketiga pria yang tiba-tiba hadir di sekeliling mereka. Tapi mereka merasakan Xan semakin dekat. Bukannya menjauh dari pria - pria keren kiriman Xan, kakak beradik ini malah menikmati keberadaan pria - pria keren tersebut. Dee dengan si asisten penulis Danny James, Lizzie dengan si penyihir tampan Erlic, dan Mare dengan Crash, mantannya. Sayangnya dari pada menceritakan mantra - mantra sihir, atau tindakan - tindakan yang berbau sihir buku ini lebih banyak menceritakan adegan - adegam romatis termasuk ke masalah percintaan. Khususnya saat Xan membuat mantra libido. Yang membuat semua orang ingin bercinta. Memang tidak di tuliskan secara vulgar, namun cerita sihirnya jadi tidak kuat. Tidak ada gambaran bagaimana mereka berlatih mempersiapkan diri melawan bibi Xan, jika memang bibi Xan sangat hebat. Tidak diperlihatkan adanya musuh - musuh sihir yang berbahaya yang memang mengancam kehidupan mereka. Dan ending ceritanya dibuat seperti kisah dongeng. Kalau mau dilihat dari buku romance, sih buku ini romantis berlebihan.
Rating
+1 rating+1 rating+0 rating+0 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]