Display Buku
Pink Project
 
Rp 48.000
Hemat Rp 9.600
Rp 38.400

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari yuuuCaaaa
 
  15 Jan 2013 - 20:21:58

Isi Resensi :
Pink Project - Project CInta


Pink Project! Sewaktu membaca sinopsis dan melihat cover bukunya awalnya aku mengira Pink Project itu berbau tantangan melukis antara Sangga dan Puti. Soalnya sampul depan buku ini terlihat seperti lukisan yang... Saya tidak berani mengomentarinya karena saya hanya orang awam dalam dunia lukis, nanti ada yang menganggap komentar saya salah lalu saya di katakan seperti katak dalam tempurung. Hahaha Tapi setelah membaca buku ini saya mengerti apa maksud Pink Project. Mau tau? Baiklah akan saya uraikan, tapi ingat, ini hanya menurut versi saya.. :) Pink itu selalu identik dengan warna perempuan ataupun warna bagi orang yang sedang jatuh cinta, jadi saya ambil kesimpulan bahwa pink berarti cinta. Jadi, bagi saya, pink project artinya Project Cinta. Perserta dari project ini adalah Puti dan Pring. Sang pemilik project, yang mana saya ingin merahasiakannya, mungkin di akhir resensi akan saya bocorkan. xixixi.. Jadi sang pemilik project ingin menjodohkan mereka, dia ingin menilai sejauh apa Puti bisa membela Pring dan membuat Puti bisa jatuh cinta pada Pring. Nah, sedangkan tokoh dalam novel ini pastinya bukan hanya mereka bertiga, dong? Pasti sepilah kalau pemainnya cuma tiga orang. Okeh lansung saja pemain berikutnya adalah Ina. Ina adalah sahabat Puti yang akan segera menikah, tapi dia terjerat oleh pesona Sangga, sehingga hubungannya dengan Niko nyaris berakhir. Tokoh selanjutnya adalah Leo. Leo adalah sahabat Sangga, Leo jugalah yang pertama kali bertemu dengan Puti sebelum Puti bertemu dengan Sangga. Lalu ada Imo, adik bungsu Puti. Entah mengapa saya merasa gadis ini bumbu unik di novel ini. Seolah-olah sang penulis ingin memambah unsur kocak di novel ini. Walaupun aku jarang tertawa sewaktu membacanya, tapi candaan Imo di bagian akhir novel ini cukup menghiburku. Hahaha.. Nah tokoh yang jarang muncul tapi tetap ada, adalah orang tua Puti, orang tua Ina, orang tua Sangga, pegawai di toko buku Ina dan Puti, serta keluarga Sangga yang lain juga para pemeran numpang lewat lainnya. Hahahaha, serasa nonton film sih kalau baca novel ini. :-D Plot yang diangkat di novel ini tidak melulu hanya Jakarta, tapi ada Jogja juga, jadi lumayanlah untuk cuci-cuci dunia khayalan. *eh maksudnya saya cuci-cuci mata, kalau novel ini jadi film :-p Sejak artikel yang di tuliskan Sangga untuk menjatuhkan komentar Puti, setiap kali bertemu Puti selalu pasang bendera berperang terhadap Sangga. Padahal sebenarnya Sangga itu kan punya maksud baik terhadap Puti dan Pring. Lagian bisa saja kan, kalau Sangga jatuh hari pada Puti? #eh.. :)
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]