|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
26 Apr 2008 - 10:07:43
Isi Resensi : Septimus Heap
Bocah 412 kembali! Dia menyandang nama baru; Septimus Heap. Anak ketujuh dari anak ketujuh keluarga penyihir yang tidak begitu berbakat menggunakan Magyk.
Rasanya saya tak sabar menanti edisi kedua dari buku yang ditulis oleh Angie Sage ini. Buku yang diklaim oleh Kirkus Review sebagai buku yang harus membuat Harry Potter hati-hati ini memang menawan hati yang sedang pilu.
Satu tahun berlalu sejak Jenna, Sep dan Nicko menemukan kapal naga di Rawa-rawa Bibi Zelda. Kini, Jenna berlatih untuk menjadi ratu baru sementara Septimus Heap menjadi murid Marcia Overstead, si Penyihir Luar Biasa yang sedikit pemarah.
Marcia dibayang-bayangi bayangan jahat. Maka ia harus membuat penangkalbayangan agar bayangan itu bisa hancur. Sementara itu, salah satu keluarga Heap datang dari kegelapan dan menculik Jenna. Ternyata, DomDaniel belum mati dan (tentunya) berencana balas dendam dan ingin kembali tampuk kepemimpinan dengan menyingkirkan Penyihir Luar Biasa dan sang Ratu Kecil.
Kakak Heap yang membelot ini mengangkat dirinya sendiri sebagai murid DomDaniel dan diserahi tugas menculik Ratu Kecil dan mengumpankannya kepada magog, makhluk menjijikkan peliharaan DomDaniel. Oke, saya sebutkan saja namanya. Simon Heap, anak tertua Silas dan Sarah ini memang sebal sekali pada Septimus. Bagaimana tidak? Sejak kecil Simon terobsesi menjadi penyihir paling keren dan jagoan, jadi murid Penyihir Luar Biasa, dan tak menutup kemungkinan, di kemudian hari iapun akan menjadi Penyihir Luar Biasa.
Tapi, kehadiran Septimus Heap entah dari mana membuat semua mimpinya buyar. Ia tak percaya bahwa bocah 412 mantan Laskar Pemuda itu adalah adiknya. Dia dendam dan memilih jalan kegelapan.
Sementara itu, Jenna diculik saat Perayaan Musim Panas; Saat para Ratu harus pergi ke Pondok Penjaga untuk mengunjungi Kapal Naga. Septimus sudah memperingatkan Marcia bahwa Jenna diculik, namun wanita itu tak percaya dan menganggap Simon akan mengembalikan Jenna dengan selamat. Akhirnya, tanpa bantuan orang dewasa, Septimus pergi mencari Jenna.
***
Yah memang, kalo membandingkannya dengan Harry Potter yang penuh konflik, atau Trilogi Bartimaeus yang penuh intrik, cerita Angie Sage ini memang cukup sederhana. Di beberapa bagian bahkan kita sudah bisa menebak jalan ceritanya. Maklum, mungkin karena ditujukan pada anak-anak yang lebih muda dari Harry.
Tapi yaa…buku ini cukup seru sih. Terjemahannya juga asik. Berasa kocak aja walaupun kamu enggak tertawa. Bukunya cukub turnable, dan rekor! Ini buku pertama saya setelah berbulan-bulan yang bisa diselesaikan dalam waktu dua hari saja.
Saya membacanya di bis, membacanya sambil berdiri di bawah lampu jalan di halte seberang Ratu Plaza sambil menantikan bis patas AC 143 yang tak kunjung datang setelah satu seperempat jam.
Selamat membaca!
Jia |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|