|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
08 Apr 2008 - 12:39:30
Isi Resensi : Daya Cinta Daya
Ini novel Dewie Sekar yang pertama saya baca. Kalau seseorang memilih bacaan atas pertimbangan cover, judul, atau penulisnya, saya adalah pemilih kesemuanya. Ketertarikan saya atas buku ini betul-betul komplit. Secara tampilan, sampul novel ini jelas memikat; bergambar perempuan dengan rambut tergerai dibalut kaus ungu, meniupkan entah serbuk entah bunga-bunga kecil warna warni. Judul novel inipun menarik “Langit Penuh Daya”, sepintas yang ada di benak saya adalah langit atau angkasa yang dipenuhi daya yang memesona. Dan Penulisnya tenar tidak hanya di jagad Blog ini jelas membuat saya ingin tahu banyak apa yang menginspirasinya sehingga mampu menelurkan buku yang renyah namun kaya rasa ini.
Novel ini menceritakan tentang persahabatan Princess Dayana (Daya) dan Langit, mereka bertetangga sejak remaja. Bagi Langit, Daya adalah cewek yang asik, pun sebaliknya bagi Daya, Langit adalah sahabat yang konyol sekaligus care. Meski sejak awal Daya dan Langit saling tertarik, namun Daya kekeuh, ingin membuktikan bahwa persahabatan mereka persahabatan murni. Tidak ada keterlibatan hati di dalamnya, meskipun Daya menipu diri sendiri dengan sekuat tenaga menekan perasaannya agar tidak sampai jatuh cinta pada Langit. Daya menyembunyikan cintanya untuk Langit dengan rapi.
Daya tidak pernah benar-benar menyediakan ruang hatinya untuk lelaki manapun. Sampai akhirnya perkenalan dengan Yusa Dermaga, seorang arsitek yang bekerja sebagai disain interior dan taman membuat Daya mulai merasa ada yang berbeda di hatinya, namun tak begitu yakin akan perasaannya.
Bagi Langit, Daya adalah keranjang sampahnya. Tempat ia memuntahkan segala kegalauan atas retaknya hubungannya dengan Dian. Dan…sebagai sahabat yang baik, Daya bersedia memata-matai Dian, kekasih Langit yang dengan tiba-tiba memutuskan hubungan tanpa sebab. Bersama Lee sepupunya, Daya diajak ke Semarang, menemui Dian, menanyakan sebab Dian memutuskan cinta Langit.
Sementara Langit tinggal di hotel, dan Lee di rumah sahabatnya, Daya mengatur waktu bertemu dengan Dian di Simpang Lima. Setelah bertemu, Daya diajak ke rumah kost Dian yang berada tak jauh dari tempat mereka pertama bertemu. Di sanalah kemudian Dian mengatakan bahwa perasaannya terhadap Langit telah berubah, semua karena Langit yang selalu mengistimewakan Daya. Dian cemburu pada Daya.
Merasa menjadi penyebab retaknya hubungan Langit dan Dian, Daya terpuruk dalam perasaan bersalah dan tanya. Di sinilah letak keseruan novel ini. Meski tertebak endingnya namun novel ini sungguh mengaduk-aduk perasaan. Mampu membuat pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan Daya, mampu membuat pembaca menjadi Dian, atau bahkan meghadirkan Langit seolah nyata.
Tolong ajari aku mengendalikan rindu
Yang meliar bagai perdu di padang hatiku
Cinta lama yang bertahun-tahun kutebas
Sepertinya selalu menolak meranggas
Akarnya yang keras menghujam terlalu dalam
Menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam
Tolong ajari aku menterjemahkan pahit
Yang perih menggigit tiap mataku menatap langit
Ke mana saja kupalingkan kepala
Ia selalu ada
Menyungkup semesta
Kucintai birunya dengan cinta paling purba
Kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda
Sementara jarak tetap saja membentang
Panjang
Menggerus tahun-tahun lengang
Tolong ajari aku berhenti bermimpi
…kini
Sebab padang hatiku terlalu sunyi
Untuk kutinggali
Sendiri
Jemu menjamu sejoli pembunuh rindu
-jarak dan waktu-
Berharap mereka segera menerkamku
Dan mengakhiri kesia-siaan ini.
Dan…. membuat saya lebih menyukai novel ini adalah puisi Mencintai langit ini…Selamat berkarya Mak…maafkan saya yang ingkar janji. Novel ini memang layak diapresiasi. (nai) |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|