|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
05 Des 2008 - 09:45:35
Isi Resensi : Septimus Heap # 1: Magyk
Septimus Heap : Magyk dibuka dengan datangnya Silas Heap dengan buru-buru ke rumah. Di sana istrinya, Sarah, sedang menangis karena anak ketujuh mereka, yang bernama Septimus, meninggal setelah dilahirkan. Silas tertegun. Di tangannya ada seorang bayi lain, bayi yang kebetulan ditemukannya dalam perjalanan ke rumah. Silas dan Sarahpun membesarkan bayi itu sebagai pengganti Septimus.
Bayi itu kemudian tumbuh menjadi seorang gadis cilik bernama Jenna, yang tidak mewarisi ciri-ciri Heap seperti rambut merah dan mata hijau penyihir. Gadis cilik ini memang bukan orang sembarangan. Dia adalah anak Ratu yang telah terbunuh, alias calon Ratu selanjutnya. Dom Daniel, Necromancer jahat yang saat itu sedang menguasai kerajaan menginginkan nyawa Jenna.
Kisah pelarian, perebutan kekuasaan kembali, dan happy ending ini dibantu oleh Marcia Overstrand. Dengan pertolongan Marcia Overstrand, sang penyihir luar biasa, Jenna melarikan diri dengan keluarga Heap. Di tengah serunya muslihat melarikan diri, berhubungan dengan dunia luar tapi tetap tak teraih oleh Dom Daniel, dan banyak tipu daya untuk melemahkan Marcia, Simon Heap berusaha melakukan hal yang luar biasa dan membuat Marcia tertarik pada dirinya. Dia memang sangat ingin jadi murid Marcia, lalu menggantikan posisi Marcia sebagai penyihir luar biasa. Sayangnya Marcia lebih menaruh perhatian pada anak lain, bocah tentara ingusan yang bukan siapa-siapa.
Buku ini memang nampak luar biasa; tebal dan bersampul menarik. Walaupun komentar di buku ini menyatakan "Awas Harry, ada penyihir muda lain sedang naik daun", Septimus Heap tidak seluar biasa Harry Potter. Iklan yang kurang, media massa juga tidak menanggapi Septimus Heap sebagai sebuah fenomena yang penting untuk ditulis di rubik gaya hidup. Apalagi gaya bahasa (entah gaya bahasa pengarang atau penerjemah) yang sangat berbeda dari kesan tajam gaya bahasa JK Rowling.
Sihir dalam dunia Septimus tidak sama dengan sihir dalam dunia Harry Potter. Mantra sihir di dunia Septimus berbeda-beda, sesuai dengan siapa yang mempelajarinya. Makhluk-makhluk sihir seperti Boggart, Nymph, Naga, adalah bonus yang memmang harus terdapat dalam buku-buku tentang sihir. Bila dibandingkan dengan Harry, karakter Septimus terasa hambar. Walau sangat berbakat, Septimus memang tidak senakal, seegois, atau seberuntung Harry Potter. Banyaknya karakter jugalah yang mungkin membuat Angie Sage menggambarkan karakter lain (seperti 6 orang anak-anak Heap) sambil lalu saja. Plot Septimus juga datar, tidak menukik naik-turun seperti Harry Potter. Namun Sage sangat ahli menggambarkan setting. Membaca Septimus Heap adalah membaca santai tanpa harus menerka-nerka apakah tokoh A yang baik itu jahat, atau tokoh B yang jahat itu sebenarnya baik. Kejutan memang kurang (kita saja bisa menebak nasib Septimus di awal cerita), tapi cerita ini sanggup menghibur karena kesederhanaannya. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|