|
|
|
| |
Rp 0
Hemat Rp 0 Rp 0
|
|
|
|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
04 Sep 2007 - 12:03:47
Isi Resensi : Petualangan Gadis Pin-pin-bo
Dian Susi, nama tokoh utama cersil ini. Ia putri tunggal juragan kaya raya. Parasnya cantik, wataknya keras. Umurnya baru delapan belas tahun dan belum pernah berkeliaran sendirian ke dunia luar. Bersama Dian Sim, dayangnya yang setia, gadis pingitan itu berniat menyelinap keluar rumah dengan samaran laki-laki. Sang nona besar terobsesi pada Cin Ko, pendekar silat yang berhasil membantai tujuh begundal sadis yang sudah menculik dan membunuh kekasihnya. Dian Susi begitu terpesona dengan keberanian dan ketulusan cinta Cin Ko sehingga ia bertekat menjadi istrinya. Pokoknya ia hanya ingin menikah dengan Cin Ko. Maka berniatlah ia pergi ke Kanglam, tempat Cin Ko berada.
Kebetulan Dian Sim mendengar rencana Tuan Besar Dian untuk menikahkan sang putri dengan putra sahabatnya. Sayangnya sang calon mempelai laki-laki yang bernama Nyo Hoan itu berbentuk buntak seperti babi. Maka tanpa pikir panjang, kaburlah Dian Susi bersama Dian Sim.
Keduanya kabur dengan membawa barang sekereta seperti ingin pindah rumah saja. Dasar gadis polos yang belum banyak pengalaman, tapi sok pintar, nona besar yang sukanya memerintah itu akhirnya menjadi korban tipu selama perjalanan. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Mulai dari barang bawaan sekereta yang dibawa kabur sampai nyaris dikawini lelaki yang tak dikenalnya. Yang mau menjadi pengantinnya juga tidak hanya satu. Maklum, samarannya sebagai laki-laki sama sekali tidak meyakinkan. Sudah begitu, ilmu silatnya yang selama ini dipuji-puji orang serumah ternyata sama sekali tidak bermutu.
Setelah melewati perjalanan yang melelahkan, terpisah dari Dian Sim, bokek habis, compang-camping dan kelaparan, datanglah seorang penolong yang sama sekali tak pernah diduganya. Ia adalah Nyo Hoan sendiri. Tapi si babi yang ternyata jago silat itu tidak menolong Dian Susi dengan harapan agar sang gadis lekas pulang dan menikah dengannya. Ia malah bersikap jual mahal. Bahkan Nyo Hoan menawarkan perjanjian dengan Dian Susi untuk membatalkan pernikahan bahkan mau mengantar gadis itu menemui Cin Ko.
Perjalanan keduanya diwarnai pertengkaran. Dian Susi tak sudi mengakui Nyo Hoan sebagai calon suami. Dan Nyo Hoan sendiri sepertinya tidak tahu malu, tak pernah tersinggung dengan penghinaan Dian Susi. Lelaki gembrot itu juga tidak mau mengambil hati calon istrinya dengan memanjakannya. Ia makan enak dan membiarkan Dian Susi yang tak punya uang makan ala kadarnya.
Biarpun bepergian bersama, mereka terpisah juga. Hal ini gara-gara Dian Susi yang sudah mabuk cinta hingga membabi-buta pada Cin Ko. Begitu naifnya sampai ia gampang mempercayai orang lain yang belum dikenalnya dengan baik yang mengajaknya menemui Cin Ko bahkan menawarinya membantu menikahkannya dengan jagoan berani mati itu.
Di luar kebiasaannya, kali ini Khu Lung menciptakan tokoh utama seorang perempuan. Tidak jago silat, lagi. Boleh dibilang tak ada kemampuan Dian Susi yang menonjol dan bisa dibanggakan. Tokoh Besar menggambarkan petualangan gadis keras kepala yang lugu tapi sok tahu dengan bagus. Proses pembelajaran diri dari gadis manja yang pilih-pilih menjadi gadis yang tahan banting dilukiskan dengan bagus oleh Khu Lung. Cersil ini mirip dengan Pendekar Riang. Jurus-jurus silat tidak banyak muncul. Lebih banyak kisah lucu dan mengenaskan dengan bumbu adegan tujuh belas tahun di mana-mana.
Wastu Lanas mencetak ulang buku ini dengan kemasan yang bagus. Seperti biasa, ada bonus pembatas buku yang sangat membantu. Hanya saja covernya kurang oriental. Malah mirip dengan cover Empat Besar, buku Agatha Christie edisi lama. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|