|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
13 Mar 2008 - 11:15:31
Isi Resensi : Trilogi Bartimaeus #2: Mata Golem - The Golem's Eye
Dua tahun setelah pemberontakan Simon Lovelace yang berhasil dibongkar dan digagalkan oleh Nathaniel, karir dan popularitas Nathaniel bergerak cepat. Nathaniel sudah menjadi asisten menteri urusan dalam negeri, Julius Tallow. Di bawah bimbingan master barunya (Jessica Whitwell), Nathaniel meniti karir dengan sangat cepat tapi juga menuai rasa iri dari para penyihir yang lain. Karier Nathaniel di pemerintahan terus meroket.
Tapi kelompok pemberontak Resistance terus melakukan pengrusakan di London, dan kelompok ini adalah tanggung jawab Nathaniel sekarang (sejak menjadi asisten Julius Tallow). Hal ini membuat Nathaniel harus memeras pikiran dan tenaganya karena walaupun sudah mengerahkan demon-demon yang ada untuk menyamar sebagai remaja tanggung (hal ini dikarenakan Nathaniel pernah bertemu dan berurusan langsung secara tatap muka dengan kelompok Resistance di buku sebelumnya yang hampir saja mengancam nyawanya, sehingga Nathaniel menganggap Resistance terdiri dari sekelompok remaja), Resistance tetap belum dapat ditangani. Pekerjaan dan nyawa Nathaniel jadi terancam, bukan hanya akibat aksi Kitty (seorang wanita muda aktifis Resistance) dan teman-temannya tapi juga karena suatu kekuatan yang tak dikenal serta membingungkan.
Hal-hal yang membingungkan itu membuat Nathaniel pun terpaksa melakukan misi berbahaya ke kota musuh, Praha, dan harus memanggil lagi jin menjengkelkan, misterius, dan berlidah tajam, Bartimaeus. Tanpa disangka dalam penyelidikannya akan aktifitas misterius Golem dan pemberontakan Resistance, nyawa Nathaniel akhirnya terselamatkan oleh orang yang dikejar-kejarnya sendiri.
Buku ini walau agak membosankan dibanding buku pertamanya, layak dibaca hingga tuntas. Karena pada buku inilah terbuka latar belakang beberapa tokoh utama dalam trilogi Bartimaeus yang ternyata berbeda dari perkiraan sebelumnya. Diramu dengan apik sehingga membuat penasaran terus berlanjut dan berujung kepada kisah yang betul-betul di luar dugaan namun sangat menggugah keyakinan kita mengenai kekuatan baik dan jahat.
Buku ini mempunyai banyak sekali alur tokoh sehingga apabila kita tidak fokus dan membacanya dengan serius mungkin akan membuat bingung dan bosan. Oleh karena itu saya menyarankan untuk membaca tiap bab hingga selesai, jangan berhenti pada pertengahan bab lalu melanjutkannya lain waktu, atau anda harus membacanya ulang agar dapat lebih mengerti.
Selain itu buku ini juga dapat membingungkan karena loncatan antara bab dan tokoh-tokohnya terkadang tumpang tindih sehingga membuat kita harus mengingat lagi tentang bab sebelumnya atau terkadang penjelasan bab di depan ada di bab sebelumnya.
Tapi tetap layak sekali dibaca dan dikoleksi. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|