|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
11 Jan 2008 - 10:55:51
Isi Resensi : Rona Hidup Rona
Novel ini berkisah tentang Rona, seorang wanita muda yang digambarkan sebagai sosok feminis modern masa kini : punya pekerjaan oke, sebagai salah satu PR di salah satu kafe ibukota, cantik, energik yang cerdas, namun memiliki nasib yang kurang beruntung dalam percintaan (lagi–lagi masalah yang juga banyak dialami Rona – rona dalam kehidupan nyata). Karena memiliki pacar kaya yang playboy (hmm.. mungkin ada aja cewek yg “rela” punya pacar kaya meskipun playboy tapi bukan si Rona ini.. :D). Ini membuat Rona terpaksa dengan tegas, memutuskan tali pertunangan mereka. Hingga kemudian nasib lalu mempertemukan Rona dengan seorang pemuda yang merupakan teman dari adik kesayangannya. Yang bikin ribet, ternyata mereka sama–sama menyukai si cowok.
Masalah yang dihadapi Rona lalu mengalir begitu saja, dari mulai dimana dia harus menjelaskan kepada ortunya alasan mengapa dia memutuskan pertunangan, atau si mantan yag keukuh tetap ingin lanjut bertunangan, ditaksir oleh klien dari jepang yang sudah uzur, harus menghadapi kemarahan sang adik yang menuduhnya sebagai “pencuri cinta”. Akankah masalahnya berakhir? Ternyata tidak karena setelah semuanya berlalu, masih ada lagi satu cobaan terberat yang harus dihadapi Rona untuk memperjuangkan cintanya. Bagaimana Rona menghadapi semua masalah yang menimpanya?
Aku rajin membaca novel-novel bergenre METROPOP, Aku referensikan untuk membaca yang satu ini. Bisa dibilang kalau novel yang satu ini bagus banget. Seru, lucu, segar, dan juga haru. Selain itu tokoh-tokohnya memiliki karakter yang kuat. Masalah yang dihadapi Rona, merupakan masalah yang juga sering nyata terjadi, sehingga membacanya kita nggak akan merasa asing. Jika pembaca pernah mengalami dilema jatuh cinta dengan orang yang lebih muda, buku ini bisa dijadikan nostalgia. :D
Yang penting juga, alur ceritanya mengalir dengan bagus, teratur, sehingga membacanya aku nggak merasa ada bagian yang missing. Bahasa yang digunakan juga simple, baik itu dialog maupun non dialog, sehingga kita nggak perlu buka kamus untuk paham maksud yang disampaikan penulis. (note : ada lho novel yang bikin aku pusing karena hampir satu buku bikin aku jadi “keriput beberapa kerutan" karena istilah-istilah yang bener-bener gak umum tumpah-ruah di hampir seluruh isinya, hehe..).
Hal lain yang membuat aku salut adalah ending cerita yang haru happy dan benar–benar diluar perkiraan. Jadi bukannya seperti menonton sinetron yang re-make berulang-ulang dengan akhir yang mudah ditebak. Salut buat penulis! |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|