|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
27 Jun 2007 - 12:31:17
Isi Resensi : Membaca Riwayat Buddha lewat Komik
Apresiasi saya terhadap komik bisa dibilang nol besar. Saya bahkan bahkan pernah sempat berada dalam fase menganggap remeh komik hanya karena itu bergambar, makanya jadi terlihat ringan dan ga cerdas (njrit...sok pinter pisan sih, Jie?). Anggapan itu memang SALAH besar! Meskipun ya, sampai sekarang saya memang masih agak malas baca komik, tetapi saya sudah bisa bilang kalo komik-komik tertentu itu KEREN. Yup...
Salah satunya adalah komik yang dibikin Osamu Tezuka ini. Yah, hingga beberapa waktu lalu, saya ga tau siapa itu Osamu Tezuka (kecuali bahwa dia yang bikin komik Buddha 1-8 dan Astro Boy juga). Dan karena lagi nulis resensi komik ini buat majalah Ngetop bulan depan makanya saya googling, dan menemukan ini:
(buat kalian para penggemar manga, maafkan kenorakan saya ini. Saya bener2 ga tau siapa Tezuka).
Dr. Osamu Tezuka lahir di Toyonaka City, Osaka tanggal November 3, 1928 (waktu gw liat tahunnya saya agak terkaget-kaget. Dah tua yak? Dan eh, taunya dah meninggal taon 1989. Saya pikir Buddha ini komik baru, soalnya liat di bukunya angka tahunnya diterjemahkan dari buku yang diterbitkan tahun 2003).
Dokter yang ga suka melihat darah ini dikenal sebagai kreator of Astro Boy dan Kimba the White Lion. Dia juga dijuluki Bapak Anime dan Walt Disneynya Jepang. Tezuka adalah orang yang pertamakali memopulerkan "mata besar dan bulat"-- yang menjadi ciri khas animasi Jepang-- berdasarkan karakter kartun pada masa itu seperti Betty Boop (Max Fleischer) serta Bambi dan Mickey Mouse (Walt Disney).
Hingga akhir hayatnya, pria yang meninggal karena kanker pada usia 60 tahun ini telah menciptakan 170000 halaman komik dalam 700 manga sejak tahun 1946. Kereenn....
Buddha sendiri, dibuat sekitar tahun 1974-84 (ga nyangka komiknya setua itu..ck ck ck). Bercerita tentang perjalanan hidup Siddharta Gautama, filsuf pencetus agama Buddha. Buddha versi Tezuka ini juga disisipi dengan beberapa karakter fiksi seperti Chapra, Tatta, dan Migalia.
Terdiri dari 8 volume (Kapilavastu, The Four Encounters, Devadatta,The Forest of Uruvela, Deer Park, Ananda, Ajatasattu, dan Jetavana), komik ini membawa kita pada masa India kuno, masa dimana orang-orang diserang wabah penyakit, kelaparan, peperangan, serta pembagian kasta yang tidak adil. Jalinan cerita mengenai kehidupan jiwa-jiwa yang tidak bahagia diramu bersama proses kelahiran sang putra mahkota, Siddharta, yang terlibat dalam sebuah petualangan spiritual--dan kelak menjadi Buddha; "Yang tercerahkan" dan mengemban tugas mulia: membawa kelahiran kembali spiritualitas dalam masa-masa keputusasaan.
Di Indonesia, manga ini diterbitkan oleh KPG, baru 3 volume, karena manga ini dikeluarkan nggak sekaligus. Satu setiap bulan. Dan itu bikin bete, karena nunggu komiknya harus sebulan sekali, sementara bacanya, ga lebih dari satu jam. Kuh.....
Kenapa ga di terjemahin aja smuanya dan diterbitin sekalian?
*Jia* |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|