|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
10 Jul 2007 - 12:10:44
Isi Resensi : 4 Opas: Pertemuan di Kotaraja Jilid 2
Empat Opas adalah empat detektif ternama yang terdiri dari Put-cing (Si Tanpa Perasaan), Tiat-jiu (Si Tangan Besi), Tui-bing (Si Pengejar Nyawa) dan Leng-hiat (Si Darah dingin). Keahlian dan sifat mereka berbeda-beda. Namun keempatnya adalah murid Cukat-sianseng, tokoh kosen yang sangat dihormati di dunia persilatan dan sudah berkali-kali menyelamatkan nyawa Baginda Raja.
Empat Opas : Pertemuan di Kotaraja dibagi menjadi dua jilid. Total bab dari dua jilid ada lima. Empat bab pertama menceritakan sepak terjang masing-masing opas dimulai dari Si Darah Dingin hingga Si Tanpa Perasaan. Sedangkan bab kelima mengisahkan sebuah kasus besar yang harus melibatkan keempat opas sekaligus. Jilid pertama ini terdiri dari dua setengah bab. Setengah bab ketiga dilanjutkan dalam Jilid Kedua.
Bab ketiga melanjutkan petualangan Si Tangan Besi dan rombongannya usai beradu siasat dengan gerombolan pemberontak. Akhirnya mereka harus menghadapi kawanan narapidana berbahaya itu secara langsung.
Bab keempat tentu saja bagian Si Tanpa Perasaan. Opas termuda kedua yang menduduki urutan nomor satu ini wajahnya sangat tampan dan otaknya sangat encer, sayangnya ia menderita cacat fisik. Kedua kakinya tinggal sebatas lutut dan tenaga dalamnya jauh dari sempurna. Ia menutupi kelemahannya dengan menguasai ilmu meringankan tubuh dan senjata rahasia dengan sangat baik. Tandu ajaib yang menjadi kendaraannya dilengkapi dengan berbagai peralatan dan jebakan mematikan yang mampu menyemburkan beratus-ratus senjata rahasia dalam berbagai bentuk. Ia juga memiliki empat pengawal muda yang sekaligus bertindak sebagai penandunya. Dalam bab ini, ia diutus Cukat-sianseng untuk pergi menyusul rombongan para pesilat yang ingin membantu pihak Pak-shia (Benteng Utara) yang hampir jatuh ke tangan Empat Iblis Langit yang kejam. Empat Iblis itu sudah bersumpah akan merebut kekuasaan empat keluarga termasyur di dunia persilatan (Benteng Utara, Benteng Barat, Benteng Selatan dan Benteng Timur).
Sedangkan bab kelima berkisah tentang sebuah kasus besar yang berkaitan dengan keluarga Si Tanpa Perasaan. Untuk pertama kalinya Cukat-sianseng meminta keempat muridnya bekerja sama. Penjahat yang harus dihadapi kali ini adalah sebuah organisasi rahasia yang sangat berbahaya. Organisasi ini bertanggungjawab atas tujuh pembunuhan massal sejak hampir tiga puluh tahun yang lalu. Para pembunuh misterius itu terdiri dari tiga belas orang, salah satunya sudah mati di bab empat.
Bagi yang sudah memiliki buku jilid pertama, tentu saja wajib memiliki jilid kedua. Selain supaya tidak penasaran dengan akhir kisah petualangan Si Tangan Besi, isi bab empat dan bab lima ternyata lebih bagus dari tiga bab sebelumnya. Meski alur ceritanya masih sama saja yaitu memburu dan menghabisi penjahat keji, untungnya ada beberapa kejutan muncul yang membuat cerita tidak lempeng-lempeng saja. Yang paling menarik adalah penggambaran karakter dan kisah masa lalu tragis Si Tanpa Perasaan. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|