|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
04 Jun 2007 - 13:00:56
Isi Resensi : Lucia, Feminis 1950an
Sebenarnya, tak ada yang terlalu istimewa yang ditawarkan buku ini. Tapi, baca chicklit dari masa tahun 1950-an, seru juga...
Di tahun limapuluhan, saat Perang Dunia ke II baru saja berakhir. Veteran perang kembali dan menikahi kekasih mereka. Para perempuannya, tinggal di rumah mengurus semua kebutuhan domestik: memasak, mencuci piring dan pakaian, mengurus anak-anak mereka, sementara para suami bekerja di luar untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga mereka.
Lucia Sartori, adalah bibit-bibit gerakan feminisme yang merebak tahun 1960-an. Dia datang dari keluarga imigran Italia yang tinggal di Greenwich Village, Commerce Street New York. Digambarkan bak putri dalam dongeng, ternyata kisah Lucia tidak se-Cinderella itu; those kind of saved-by-the-prince-charming-or-knights-in-the-shining-armour-bullshit stories.
Lucia, dinamai sesuai dengan karakter sebuah pentas Opera; Lucia di Lammermoor. Dia bungsu dari lima bersaudara. Keempat kakaknya laki-laki, yang menjadikannya sangat terlindung. Keluarganya adalah keluarga italia tradisional dekat dan mesra satu sama lain. Yah, meski seringkali si sulung bertengkar dengan ayahnya tentang bagaimana cara mengurus Groceria, toko kelontong yang dikelola Antonio Giusseppe Sartori sejak ia menjejak di New York.
Tunangannya, Dante DeMartino, si tampan yang sangat mencintainya, adalah pemilik toko roti keluarga, dan mereka akan segera menikah. Lucia sendiri, bekerja sebagai perancang busana di departemen pesanan khusus untuk pembuatan dan penjahitan busana di depstor B. Altman.
Tetapi rencana manusia tak selalu berjalan mulus. Claudia DeMartino, tak suka jika Lucia masih bekerja setelah putranya menikah dengan gadis itu kelak. You see, di tahun 1950an, seperti yang sudah saya sampaikan di atas tadi, tugas perempuan adalah mengurus rumah tangga, bukannya bekerja di luar (seperti laki-laki) (and oh thanks god saya ga hidup di Amerika tahun 1950an).
Pernikahan mereka batal. Ia tak bisa membayangkan hidupnya di bawah perintah ibu mertuanya, dan DILARANG BEKERJA. Maka, ia terpaksa memutuskan pertunangannya dengan Dante. Lucia mengembalikan cincin pertunangan mereka dengan hati pedih.
Tapi, gadis cantik seperti Lucia tak pernah berlama-lama menjomblo. Suatu hari, diperkenalkan oleh atasannya Delmarr, Lucia bertemu pangeran tampan memesonanya, John Talbot, pengusaha (kaya) yang gaya, tampan, menawan (eh, kata tampan udah disebut ya?), player, dan womenizer.
And so and so and so, seperti bisa ditebak, mereka jadian lah....dan mengalirlah cerita ala harlequin tapi jaman taon limapuluhan dan ga ada deskripsi making lovenya. (Mereka kan masih tradisional, masih mengusung nilai-nilai tinggi keperawanan dan keagamaan. Making love sebelum menikah itu dosa :p )
Tapi, siapa sangka bahwa John Talbot adalah serigala berbulu domba (aku menyangka!). Lelaki bedebah itu meninggalkan Lucia di altar pada hari pernikahan mereka, setelah merampok uang tabungan Lucia.
Yah, gitu aja sih ceritanya. Ga ada yang istimewa banget. Tapi lumayan ada beberapa resep masakan itali (kalo ada yang mau praktek), dan ada petuah ayah-anak perempuan di halaman 76 yang menurut gw sangat masuk akal. Juga, ada semangat feminisme dalam diri Lucia yang menurut gw keren. Mempertahankan prinsip. Yah, walaupun tak semuanya sesuai dengan rencana. Ada orang-orang tertentu yang dikutuk sial selamanya....
(i wish it wasn't me) |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|