Display Buku
Paranoid : The Story of a Madman
 
Rp 35.880
Hemat Rp 7.176
Rp 28.704

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari tanintan
 
  12 Mei 2008 - 11:52:38

Isi Resensi :
The Story of a Madman


Jonathan sebenarnya bukanlah seorang gila (madman), penampilan luarnya sangat sangat biasa. Dengan rutinitas yang telah dikerjakannya selama 30 tahun, ia hampir hampir tidak digubris orang.. dan ternyata itulah yang diinginkannya! Pernahkah kita merasa terjebak dalam rutinitas dan ingin keluar darinya? Jonathan malah menghindari hal itu. Ia menciptakan kenyamanan semu untuk dirinya sendiri. Rutinitasnya yang sama setiap hari setiap jam setiap detik memberikannya kenyamanan semu itu, ia merasa aman, walaupun dari dasar hatinya ia gelisah. Untuk menghindari hal itu, ia makin menarik diri dari dunia sekelilingnya, bahkan dari tempat kerjanya sebagai seorang satpam sebuah bank sekalipun (bayangkan, ia punya beberapa pose faforit ketika menjaga bank, ketika bosnya datang, ketika matahari sedang terik, ketika ia lelah, dan pose-pose lainnya yang ia ulang-ulang terus setiap harinya!) Kegelisahannya tidak mampu ditutupinya ketika ia melihat seorang gila disebrang bank yang dijaganya, ketika kita melihat dari sisi Jonathan, seolah-olah orang itu memang gila, namun tidakkah Jonathan sendiri bertingkah seperti orang gila? Tapi sekali lagi, Jonathan tidak gila. Kemudian suatu hari tibalah pada hari perjumpaannya pada burung merpati itu, matanya yang merah, bulu-bulu putihnya, tekstur kulitnya yang juga berwarna merah membuat Jonathan meninggalkan rutinitasnya. Ada satu ketakutan yang luar biasa dirasakannya, ketakukan yang akan membuat para pembaca juga merasa tertekan, takut, gelisah, bahkan sedikit bergetar. Ketakutan yang tidak dapat diungkapkan. Apa yang telah diperbuat burung merpati itu hingga Jonathan tidak mampu melihat kedalam mata burung itu? bahkan dengan merasakan kehadirannya, ia bergidik. Alur cerita yang hebat dari buku ini membuat kita juga merasakan apa yang Jonathan rasakan.. ketika ia merasa tenang, aman, terlindungi, sampai ketika ia lelah, gemetar dan berkeringat dingin. Rasanya kita ingin menghentikan deritanya, namun penderitaan itu tidak dapat dihilangkan begitu saja, ia harus memerangi batinnya, jiwanya yang pernah terluka. Ketika kita membaca ceritanya dari awal, kita sudah tau ada yang tidak beres dengan diri dan jiwa Jonathan. Awalnya kita merasa iba padanya, merasakan kekonyolannya, merasakan keruwetan hidupnya. Semakin kita menyelami ceritanya, kita makin merasakan apa yang Jonathan rasakan di dalam jiwanya, dan semakin jauh kita merasakan penderitaannya yang tak nyata, saatnya kita berpikir (atau saya tepatnya) apakah Jonathan memang gila? ataukah kita yang jadi gila dibuatnya?
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]