|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
28 Jun 2007 - 15:24:14
Isi Resensi : Saat Rasa Takut Merampas Akal Sehat
[Paranoid. Die Taube. Patrick Suskind. Dastan Books. Mei 2007. 213 hlm.rp29900]
Paranoid (DastanBooks, 2007) diterjemahkan dari novel kedua Patrick Suskind, Die Taube (1987). Novel yang dalam bahasa aslinya tak lebih tebal dari 99 halaman ini bercerita tentang seorang satpam tua bernama Jonathan Noel yang bekerja di sebuah bank di kota Paris.
Kehilangan dan pemaksaan telah menjadi bagian integral masa kecilnya yang membentuk karakter Jonathan di umurnya yang limapuluh tahun ini. Ibunya diambil secara paksa. Tak lama kemudian ayahnya menyusul, hilang. Gunjingan tetangganya mengatakan bahwa kedua orang itu telah dibawa ke Velodrome d'Hiver, menuju sebuah kamp konsentrasi NAZI di Drancy. Mereka tak pernah kembali. Jonathan dan adiknya, diboyong pergi oleh anggota keluarga yang mereka tak pernah kenal.
Berada dalam pengawasan pamannya, Jonathan disuruh untuk mengikuti wajib militer. Setelah itu, sang paman menyuruh Jonathan menikahi seorang perempuan bernama Marie. Wanita itu meninggalkannya begitu ia melahirkan anak pertamanya.
"Semua peristiwa ini membuat Jonathan yakin bahwa ia tidak bisa mengharapkan orang lain. Kedamaian hanya bisa dicapai justru dengan menjaga jarak" (Suskind, 2007:13). Sejak saat itu, Jonathan memutuskan untuk tinggal sendiri, menjauhkan diri dari manusia lain. Selama tigapuluhtahun kedepan, ia hidup dengan aturannya. Dengan cara-caranya.
Ia selalu melakukan rutinitas yang sama selama tigapuluh tahun terakhir hingga suatu hari di musim panas, seekor burung merpati muncul di depan kamar sewanya, membuatnya ketakutan setengah mati, dan mengusik mekanisme hidupnya.
Bahkan benaknya sadar, bahwa menjadi takut hanya oleh seekor merpati sangatlah absurd. Tapi ia tak dapat mengenyahkan rasa takut yang mencengkeramnya hingga seakan-akan ia mengalami stroke karena merpati itu memandangnya. Selama sehari itu, seluruh hidupnya kacau.Setiap yang ia lakukan, salah.
Novel ini mengajak kita membaca perjalanan psikologis Jonathan Noel yang begitu kompleks. Suskind begitu piawai menjelujur dan merangkaikan ketakutan-ketakutan Noel ke dalam sebuah teks. Begitu dalam, hingga tak sadar menyentuh batas-batas antara kewarasan dan kegilaan. Terkadang, hal-hal yang buat orang lain konyol dan menggelikan bisa menjadi sumber ketakutan bagi seseorang. Seekor merpati yang tak berbahaya, yang bahkan tak melakukan apapun kecuali berdiri di depan pintu Noel, bisa memorakporandakan keteguhan mental lelaki tua itu. Hingga ia memutuskan untuk pergi dari kamar yang telah menjadi surga amannya selama tigapuluh tahun. Hingga ia mengemasi barang-barangnya, mengenakan mantel musim dingin saat musim panas. Hingga ia bergumam pada dirinya sendiri dia akan bunuh diri esok hari.
Perjalanan sehari penuh yang melelahkan dan menekan batin. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|