Display Buku
 
Rp 0
Hemat Rp 0
Rp 0

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari raylune
 
  27 Jul 2007 - 10:20:39

Isi Resensi :
Si Kembar dari Neraka?


Di sebuah kota kecil yang damai dan bersahabat bernama Nod's Limb, hiduplah sepasang kembar bernama Edgar & Ellen. Tinggal di sebuah mansion tua bernuansa kelam yang memiliki 13 lantai (termasuk 2 tingkat loteng,ruang bawah tanah, dan ruang semi bawah tanah); tanpa kehadiran orang tua (yang menelantarkan mereka demi melakukan perjalanan "keliling dunia"), mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdik namun luar biasa nakal. Mereka memang bukan kembar biasa. Bahkan, julukan "si kembar dari neraka" boleh dibilang paling tepat untuk mereka. Tidak ada satu hari pun yang terlewati tanpa menjahili orang lain (maupun satu sama lain) atau hanya sekadar merencanakan lelucon jahat. They are what we can call "pure evil". Kesenangan mereka berarti penderitaan bagi orang lain. Terinspirasi oleh sebuah acara TV yang membahas tentang hewan-hewan langka yang bernilai jual tinggi, mereka mulai merencanakan sebuah ide gila untuk meraup keuntungan. Keuntungan yang nantinya mereka dapat akan dijadikan modal untuk mewujudkan ide-ide gila lainnya yang sudah menumpuk dalam otak kecil mereka yang licik. Sudah pasti, bila itu benar-benar terjadi, tidak akan ada lagi ketenangan di kota Nod's Limb yang malang. Edgar & Ellen adalah tokoh-tokoh utama dari buku ini, namun mereka yang tidak memiliki satu pun kebajikan dari tokoh utama buku anak-anak pada umumnya. They are what we can also call "pure evil". Kesenangan mereka berarti penderitaan bagi orang lain. Kalau dalam buku-buku Enid Blyton tokoh yang mewakili "ketidak-baikan" pada akhirnya akan kena batunya sehingga kemudian menyadari kekeliruan mereka dan menyesali perbuatan yang telah mereka lakukan......tidak demikian halnya dengan Edgar & Ellen. Meskipun rencana mereka gagal total dan mereka sendiri mendapatkan hukuman yang sepantasnya, mereka tidak menjadi sadar. Tetap jahil, dan dipenuhi ide-ide jahat. Dipikir-pikir, seperti melihat versi lain dari Wednesday dan Pugsley dari The Addams Family. Buku ini menarik dan lucu. Ilustrasi dalam buku juga cukup menarik dan benar-benar terlihat kelam sehingga mampu menggambarkan isi cerita dengan cukup tepat. Charles Ogden tidak melupakan pentingnya menanamkan pesan moral dalam cerita ini karena pada awal buku ia menuliskan pengantar supaya para pembaca kecilnya memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Edgar & Ellen tidak sepantasnya mereka tiru.... 'Jika dihadapkan pada masalah yang penting dan sulit.' 'Tanyakan pada dirimu, "Apa yang akan Edgar & Ellen lakukan?"' 'Maka kamu harus melakukan kebalikan dari apa yang mereka lakukan.!'
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]