Display Buku
Kota Antah Berantah - Neverwhere
 
Rp 58.800
Hemat Rp 11.760
Rp 47.040

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari jia
 
  09 Apr 2007 - 13:07:36

Isi Resensi :
Kota Antah Berantah


(Kota Antah Berantah, Neil Gaiman, Gramedia Pustaka Utama, 2007, 237 p.) Seperti kebanyakan tokoh fiksi fantasi, hidup Richard Mayhew biasa-biasa saja. Benar-benar biasa saja. Ia pekerja kantoran biasa, di perusahaan sekuritas. Tinggal di apartemen yang nyaman dan layak ditinggali, dan bertunangan dengan Jessica Bartram, perempuan cantik dan cerdas yang bekerja di perusahaan milik raksasa media pesaing Rupert Murdoch, Stockton. Lalu setelahnya, seperti yang biasa terjadi dalam cerita fiksi fantasi, si tokoh utama itu akan terjebak dalam kesulitan besar. Sangat besar hingga ia bahkan tak mengerti tengah berhadapan dengan kesulitan macam apa. Lalu dengan terpaksa ia terjun ke dalam segara masalah itu, berenang-renang di dalamnya, berusaha agar tak tenggelam. Ia tak bisa kembali lagi ke dunia asalnya. Seperti katup jantung satu arah. Begitu kau masuk, kau takkan bisa keluar lagi. Peristiwa yang menjadi epifani* dalam hidup Richard terjadi ketika ia tengah berjalan menuju Ma Maison Italiano dengan tunangannya untuk sebuah makan malam dengan Mr. Stockton. Richard lupa reservasi, dan Jessica marah. Tiba-tiba, gadis itu muncul di trotoar. Berbaring tak berdaya, dengan pakaian compang-camping seperti gelandangan. Jessica telah menyuruh Richard untuk meninggalkan gadis luka itu, tapi lelaki itu bersikeras. Jessica murka dan mengancam akan membatalkan pertunangan mereka jika Richard menolong gadis muda itu. Richard tak peduli dan berbalik pulang sambil menggendong gadis itu. Siapa sangka kalau gadis itu sama sekali bukan tunawisma, dan dia bahkan bukan berasal dari London. Dia, Lady Door, putri tertua Lord Portico yang seluruh keluarganya dibantai tanpa ampun, entah mengapa. Dan sekarang, ia tengah diburu dua penjahat licik yang punya hobi aneh: membunuh. Asal muasal gadis yang memiliki warna mata aneh ini cukup mencengangkan Richard. Mana ada kehidupan manusia di bawah tanah? Selain cacing-cacing, renik-renik, tikus-tikus tanah, dan binatang tanah lainnya, mana ada manusia yang bertahan hidup di bawah kota London? Terlibat sebentar dengan urusan Lady Door yang ruwet, Richrd Mayhew mendapati hidupnya hancur. Setelah menyerahkan Lady Door ke pihak yang aman di dunia bawah, malah hidup Mayhew yang tak aman. Sepertinya tak ada orang yang mengenalnya di London. Ia bahkan tak terlihat. Tak ada orang yang menaydari keberadaannya. Apartemennya tiba-tiba ditempati orang lain, meja kerjanya kosong dari boneka-boneka troll yang biasa menghiasinya. Dan Jessica sama sekali tak pernah mengingatnya. Jadilah kesialan Richard ini membawanya berkelana ke dunia bawah London. Ia mencari Lady Door untuk menuntut kembali kehidupannya. Saat mereka akhirnya bertemu, Door sempat mennolak membawa Richard ikut dengannya dan membiarkan Richard tersesat di dunia aneh yang tak dikenalnya. Tetapi, mengingat lelaki itu pernah menyelamatkan nyawanya, akhirnya ia mengijinkan Richard ikut dalam rombongan itu bersama Hunter, sang pengawal, perempuan berkulit karamel yang sangat menarik; dan Marquis de Carabas, penasihatnya. Richard yang tak punya pengetahuan apapun di dunia bawah menjadi penghambat perjalanan Door mencari sebab pembantaian keluarganya. Jika anda kebanyakan baca buku cerita atau nonton film, anda akan menebak bahwa penjahat utama atau dalang dari semua kekacauan adalah tokoh baik hati yang mendukung si protagonis dari awal cerita. Yup, itulah yang terjadi dalam cerita ini. Ternyata, Sang Tokoh Agung yang diharapkan akan menyelesaikan semua kekacauan, adalah si pembuat kekacauan itu sendiri. Hmm….kayak Dewa Syiwa. Kehancuran ada di muka bumi agar dewa-dewa yang lain bisa membereskannya dan manusia akan semakin memuja dewa-dewa itu. Hooo, konsep yang aneh. *** Neil Gaiman, penulis asal Inggris yang tinggal di Amerika ini, saya kenal pertama kali dari blog seorang teman yang tergila-gila pada komik grafisnya; The Sandman. Sampai detik ini, saya belum berkesempatan membaca komik tersebut. Tetapi, saya pernah membaca novelnya yang lain; Coraline dan Stardust. Sepertinya, Gaiman memang spesialis penulis absurd. Ia dengan berani menyuguhkan dongeng peri, monster, sihir, malaikat, yang biasa dilahap oleh anak-anak, untuk konsumsi orang dewasa—yang terbiasa dengan pemikiran rasional. Untuk penggemar cerita fantasi seperti saya, tentunya buku ini sangat menyenangkan. Saya sudah tak berharap ending yang mengejutkan, atau plot yang berbeda, karena sepertinya itu tak mungkin saya temukan. Setiap cerita adalah pengulangan dari cerita-cerita sebelumnya, hanya dengan extended version. Intiya sama, hanya setting yang meneysuaikan dengan jaman tertentu. Jadi, daripada saya sok jadi kritikus, lebih baik saya haya menikmatinya saja.*Jia Reading Room | April 3, 2007 *Epifani adalah peristiwa istimewa dalam kehidupan seseorang yang menjadi titik balik kehidupannya. Pengaruhnya berbeda-beda, bisa negatif atau positif, bergantung pada apakah epifaninya besar atau kecil (Denzin, 1989)
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]