|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
13 Mei 2007 - 13:58:09
Isi Resensi : Kandasnya Mimpi Menjadi Bintang
Televisi menumbuhkan cita-cita baru di kalangan muda. Jika sebelum era tv merajalela, anak-anak dengan lantang menyebutkan dokter atau insinyur sebagai profesi masa depan mereka, kini mereka berlomba-lomba menyerbu industri media. Menjadi artis bukan lagi profesi 'terlarang' dan tak menguntungkan. Sebaliknya, cara cepat meraup rupiah.
Akses menuju tangga puncak industri hiburan pun diperluas dan dipermudah. Ramai-ramai orang ingin menjadi penghibur yang tampil di klayar kaca. Semua tampak gemerlap, mengilat, dan menjanjikan.
Menjadi artis. Bintang film. Penyanyi. Itu yang mematri benak Kalyana saat rombongan pencari bakat itu datang ke kotanya. Tak hanya Kalyana, banyak gadis Manado lainnya yang tergiur janji-janji menjadi bintang saat mereka mendatangi gedung tempat audisi.
Perempuan-perempuan muda berparas menarik itu dipilih untuk diterbangkan ke Thailand. Jadi Wacawaka, wajah-wajah cantik kampung (haiyah...ada2 aja istilahnya?). Jadi bintang film, di luar negeri. Kombinasi yang menyihir. Siapa tak tergiur? (gw sih nggak...please yah!)
Sepupu Kalyana, Indayati, telah lebih dulu dilirik oleh Kiki dan Bunda, para pencari bakat itu. Buat Bunda, perempuan berpenis itu, Indayati cocok sebagai Wacawaka. Jadi meski Inda tak tertarik menjadi artis, kedua pencari bakat itu terus mengipas-ngipasi Indayati biar mau bergabung dalam produksi yang diproduseri Sean PV itu.
Banyak pertimbangan untuk terbang ke Thailand. Indayati punya anak yang harus di urus. Belum lagi urusannya dengan suami yang telah ia tinggalkan karena tak tahan oleh perlakuan kasar dan kebiasaannya mabuk-mabuk. Petrus tak hanya meresahkan anggota keluarganya, tetapi seluruh warga kampung Karang Jati.
Sutejo, pemilik kedai minum, membenci Petrus sungguh sangat hingga ia menyewa penembak untuk menghabisi nyawanya. Petrus tak mati. Peluru itu tak mengambil napasnya.
Indayati tak pernah tau malang menimpa suaminya. Ia keburu ikut paman bibinya ke Menado. Maka ia tak tahu menahu bahwa Petrus telah kembali ke rumah bersalin laku. Lelaki itu telah tobat. Kini ia menyesal dan merindukan anak istrinya. Dicarinya Indayati ke rumah orangtuanya di Muntilan, lalu ke rumah pakliknya di Karangayu Semarang. Hingga ia mendapat kabar bahwa Indayati ada di Manado. Ia tak tahu bahwa Indayati dan sepupunya Kalyana hilang.
***
Perempuan-perempuan itu memang menjadi bintang film, tapi film porno. Mereka disekap di sebuah rumah di jl. Songsawat di Thailand. Ditimbang, diteliti, dikemas, untuk kemudian dijual keperawanannya.
Tak hanya bisnis film porno dan prostitusi, dengan dimotori seorang pengusaha dari Thailand, ia juga menjalankan bisnis pembajakan DVD dan penyelundupan senjata ilegal ke Indonesia. Ia terkenal kejam dan dingin. Ia tak segan membunuh jika dikhianati.
Tak banyak orang yang bisa melarikan diri setelah terjebak human trafiking. Acapkali, mereka tak punya pilihan lain selain bertahan atau mati. Maka, tokoh cerita ini termasuk beruntung. Ia berhasil merayap keluar dari neraka itu meski harus melewati peperangan dan baku tembak.
***
Sungguh, pengalaman membaca yang kaya kosakata. Isu ceritanya sendiri mungkin akan berjamur jika tahun telah bergulir. Namun, ia akan terus berfermentasi menjadi bukti sejarah jika waktu menggelinding hingga 100 kali perputaran bumi terhadap matahari.
Tapi benar, Remy menyuguhkan banyak kata baru yang ia ambil dari kekayaan bahasa nusantara, maupun bahasa Thailand. Semua tokoh berbahasa sesuai karakternya.
Ini kisah cinta yang tak melulu bicara tentang tukar menukar kata puitis. Cerita kriminal yang samasekali tak nampak seperti berita kriminal di televisi.
Depok | 9 Mei 2007 |23.05 |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|