|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
12 Jan 2007 - 16:16:35
Isi Resensi : Madhouse: Siapa yang Lebih Gila?
Novel apik ini semakin mengukuhkan nama Patrick McGrath sebagai penulis pionir aliran neo-Gothic. Tapi tak seperti novel Gothic lawas, dalam MADHOUSE penjahatnya bukanlah vampir, melainkan psikiater alias dokter jiwa. Bila vampir mengisap darah, dokter jiwa mengacak-acak pikiran. Tak jauh beda.
Berlatar di sebuah rumah sakit jiwa penjara di Inggris, MADHOUSE adalah kisah Stella Raphael, seorang wanita yang terkungkung tidak hanya oleh perkawinan hambarnya dengan Max--wakil kepala rumah sakit itu--melainkan juga oleh kehidupan klaustrofobik yang diakibatkan oleh pekerjaan suaminya. Stella... seorang wanita cerdas, sensual, dan bosan. Ketika ia bertemu dengan Edgar Stark--pematung tampan yang membunuh dan memutilasi istrinya--kesepian dan kebosanannya yang memuncak meledak. Ia pun "bermain api" dengan Edgar. Permainan berbahaya yang mengancam kewarasan dan juga perkawinannya.
Peter Cleave--sang narator cerita--adalah dokter jiwa yang menagani Edgar, kolega Max, dan tempat curhat Stella. Yang membuat Peter tertarik pada kasus Stella-Edgar bukanlah alasan pribadi, melainkan alasan profesional. Peter adalah dokter jiwa spesialis 'hubungan cinta katastrofik yang bercirikan obsesi seksual'. Dalam kasus Stella, ia menemukan banyak hal. Tanpa memedulikan peringatan Peter dan kecurigaan Max yang semakin memuncak, Stella tidak mau melepaskan Edgar. Bahkan setelah Charlie--anaknya--menjadi korban.
Dengan plotnya yang "menipu dan menghanyutkan", McGrath membawa kita ke puncak kegilaan dan menghadirkan kepada kita definisi kewarasan yang selalu berubah. Plot yang dibangunnya bagai air tenang yang dalam. Menenggelamkan kita tanpa terasa. Sepanjang perjalanan tenggelamnya kita, kita akan terus menjumpai pertanda akan datangnya bencana. Bencana apa lagi ini? Kita akan terus bertanya-tanya siapa sebenarnya yang gila, siapa yang psikopat. Hingga akhirnya jari kita tak bisa menuding siapa-siapa lagi selain Patrick McGrath sendiri.
McGrath memang benar-benar penulis "GILA"! |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|