|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
25 Apr 2007 - 11:08:58
Isi Resensi : Madhouse : The Story of a Genius Murderer
Madhouse diceritakan dari sudut pandang seorang psikiater yang bernama Peter Cleave, rekan kerja Max Raphael. Hampir seluruh buku diceritakan dalam mode flashback. Kapan kejadian ini dan kejadian itu dimulai.
Stella Raphael adalah istri dari Max Raphael, seorang wakil inspektur rumah sakit jiwa, tidak jauh dari London. Pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Charlie. Sejak kepindahan keluarga mereka ke rumah dinas rumah sakit itu, Max mempunyai ambisi untuk menggantikan inspektur yang sebentar lagi akan pensiun. Berbagai perubahan diajukan oleh Max, salah satunya adalah memperbaiki konservatori yang ada di kebun.
Salah satu orang yang dipercaya untuk memperbaiki konservatori adalah Edgar Stark, seorang pasien bebas bersyarat dari rumah sakit jiwa itu. Edgar, yang tadinya adalah seorang seniman (pematung) dibawa ke rumah sakit itu setelah membunuh istrinya Ruth secara kejam. Edgar percaya bahwa Ruth telah berselingkuh yang menyebabkannya membunuh dan memotong kepala Ruth untuk dijadikan objek pahatannya.
Edgar akhirnya bertemu Stella di sela-sela pekerjaannya memperbaiki konservatori. Dengan kelihaiannya memperdaya pikiran orang, Edgar berhasil mengelabui Stella untuk mencintainya. Hubungan Stella yang lebih dari sekedar istri wakil inspektur dan pasien mulai tercium oleh pihak rumah sakit, tapi Stella menyangkalnya. Stella mencintainya, dan menjadikan Edgar sebagai harapannya, tujuan hidupnya. Cinta yang posesif dan destruktif. Stella membiarkan Edgar menyeludupkan alkohol ke rumah sakit, mencuri pakaian Max, dan melarikan diri dari rumah sakit itu. Stella telah menghancurkan karir Max dan membuat keluarganya dipindah ke Wales Utara, tapi Stella tidak peduli. Stella malah cemas Edgar tidak dapat menemukannya. Stella rela meninggalkan suaminya yang dianggap tidak peduli lagi pada dirinya. Stella rela menelantarkan keluarganya, bahkan rela membiarkan anaknya, Charlie, mati tanpa ada usaha sedikit pun untuk menolong anak itu. Cinta buta yang menghancurkan banyak kehidupan. Tapi Stella tidak peduli, dia mencintai Edgar, bahkan sewaktu Edgar menuduhnya berselingkuh, Stella tetap mencintai dan mendambakannya.
Buku yang benar-benar gila. Patrick McGrath menulis setiap kata dan merangkainya menjadi kalimat yang ada di buku ini sedemikian rupa sehingga pembaca merasa seperti sedang membaca jurnal pribadi tentang seorang psikiater, Peter Cleave yang berusaha membantu pasiennya, Stella Raphael.
Dengan akhir yang mengejutkan, buku setebal 500 halaman ini benar-benar layak dibaca! |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|