|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
11 Jul 2007 - 11:42:09
Isi Resensi : Harkat Pendekar
Khu Hong-seng, Toh Ceng-lian, Ma Ji-liong dan Sim Ang-yap adalah empat pesilat muda yang sedang naik daun di dunia persilatan. Mereka berasal dari keluarga persilatan ternama dan kaya-raya. Di tengah hujan salju, mereka berkumpul di Han bwe-kok, sebuah lembah pegunungan terpencil. Di sana tersedia seperangkat meja-kursi lengkap beserta arak dan hidangan untuk menjamu mereka. Keempatnya datang setelah mendapat undangan dari Bik-giok Hujin (Nyonya Bik-giok), pemimpin Bik-giok san-ceng, perguruan silat termasyur yang isinya perempuan semua. Bik-giok Hujin ingin memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan menantunya.
Namun sebelum Bik-giok Hujin datang, Toh Ceng-lian dan Sim Ang-yap sudah mati keracunan arak dan Khu Hong-seng terluka parah setelah diserang musuh bebuyutan yang mendadak menyusulnya kemari untuk balas dendam. Tinggal Ma Ji-liong yang masih hidup dalam kondisi segar-bugar. Tak lama kemudian datang tiga tokoh kosen terhormat. Ketiganya datang untuk menyelidiki kematian para pegawai restoran yang sudah menyiapkan jamuan di tempat ini.
Ma Ji-liong dituduh sebagai dalang serentetan pembunuhan itu. Ia diduga melakukannya agar bisa menikahi puteri Bik-giok Hujin tanpa pesaing. Meski merasa tidak bersalah, tapi ia diam saja, tidak membantah juga tidak mengiyakan. Ia bahkan tidak melawan saat hendak dihukum mati oleh ketiga tokoh kosen. Namun dengan tipu daya yang cerdik, ia berhasil melarikan diri meski terpaksa harus kehilangan mantel bulu, senjata dan seluruh uangnya. Ia hanya bisa membawa kuda putih kesayangannya. Ia bertekat tidak akan mati sebelum bisa membersihkan namanya dan nama besar keluarganya.
Dalam pelarian, Ma Ji-liong menyempatkan diri untuk menyelamatkan nyawa seorang gadis yang sekarat. Gadis itu jelek setengah mati dan sangat menyebalkan, sudah menuduhnya yang tidak-tidak lalu membawa kudanya pergi. Namun ternyata ulah gadis buruk rupa itu malah menyelamatkan nyawanya dari kejaran tiga tokoh kosen.
Sesampainya di kota, Ma Ji-liong yang tampan, angkuh dan tak pernah hidup susah itu kini tak ada bedanya dengan pengemis. Di luar dugaan, ia kembali bertemu dengan si gadis jelek. Mereka bersahabat dan Toa Hoan – begitu nama gadis jelek itu – bahkan menawarkan diri membantunya menyelidiki siapa dalang sesungguhnya di balik peristiwa keji di Han bwe-kok.
Lalu apakah Ma Ji-liong benar-benar tidak bersalah? Siapakah Toa Hoan sebenarnya? Apa motif Toa-Hoan sehingga mau membantu Ma Ji-liong yang tidak dikenalnya? Apa peran tiga tokoh kosen di Han bwe-kok? Bagaimana dengan nasib Khu Hong-seng? Siapa dalang sesungguhnya di balik peristiwa keji di Han bwe-kok? Dan siapa yang akhirnya berhasil menikahi puteri Bik-giok Hujin?
Para penikmat cerita silat apalagi Khu Lung mania, wajib membaca Harkat Pendekar. Mengoleksinya pun tidak rugi karena mutunya bagus meski bukan termasuk karya terbaik Khu Lung. Kurangnya karakter nyentrik yang menonjol memang patut disayangkan, tapi alur ceritanya terjaga rapi meski agak kedodoran di bagian ending. Hal ini merupakan ciri khas sekaligus kelemahan Khu Lung. Namun twist dan kejutan di sana-sini benar-benar membuat penasaran pembaca sejak awal hingga akhir cerita. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|