|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
06 Agu 2007 - 11:44:25
Isi Resensi : Batu Kemala yang Haus Darah
Keajaiban Negeri Es adalah lanjutan Rumah Judi Pancing Perak. Dalam kisah sebelumnya diceritakan bagaimana Liok Siau-hong alias Pendekar Empat Alis difitnah dan dijebak habis-habisan oleh Si Jenggot Biru sang pemilik Rumah Judi Pancing Perak. Juragan kasino itu tidak bekerja sendirian melainkan berkomplot dengan Pui Giok-hiang, istrinya yang cantik dan adik iparnya yang bernama Pui Giok-hui yang juga sahabat Siau-hong sendiri. Untuk membersihkan namanya, Siau-hong terpaksa harus menemukan kembali Lo-sat-pai, batu kemala pusaka agama Ma-kau. Batu itu berada di tangan Si Jenggot Biru setelah digadaikan Giok Thian-Po (putera mendiang Giok Lo-sat sang pemimpin Ma-kau) yang gila judi. Celakanya, di saat Swe-han-sam-yu (tiga tetua Ma-kau) datang untuk mengambil kembali Lo-sat-pai, batu kemala itu sudah dicuri Li He, salah satu dari empat mantan istri sang juragan kasino dan dilarikan ke Rahasu.
Serial kelima Pendekar Empat Alis diawali dengan tibanya rombongan ‘Kah Lok-san’ di Rahasu. Rahasu yang juga disebut Lau-ok adalah sebuah tempat terpencil yang berlokasi di Utara, berdekatan dengan Siberia. Letak persisnya di atas Siong-hoa-kang (sungai bunga cemara) yang membeku tiap musim dingin tiba. Kota kecil di atas es ini mirip kota sungguhan. Ada rumah penginapan, rumah makan, toko obat, warung minum bahkan Rumah Judi Pancing Perak pun ada. Tentu saja yang belakangan ini adalah Rumah Judi Pancing Perak palsu.
Siau-hong kini tidak hanya punya dua kumis yang mirip alis, tapi juga jenggot tebal. Ia harus terus memainkan perannya sebagai Kah Lok-san palsu yang ingin membeli Lo-sat-pai dari Li He sampai batu kemala itu berada di tangannya. Namun meski penampilannya berubah dan terus ditempel Jo-jo beserta tiga bekas pengawal Kah Lok-san, Swe-han-sam-yu sama sekali tak peduli. Yang penting bagi mereka adalah Siau-hong dapat menemukan kembali Lo-sat-pai.
Ada banyak tokoh perempuan dalam serial kelima Pendekar Empat Alis ini. Tiga perempuan yang menggoda, menipu dan memanfaatkan Siau-hong dalam kisah Rumah Judi Pancing Perak, kembali muncul. Mereka adalah Pui Giok-hiang yang berhasil memancingnya ke dalam perangkap; Ting-hiang-ih yang tadinya dikira pelacur biasa ternyata adalah istri Hui-thian-giok-hou – pimpinan Hek-hou-tong (sindikat penjahat yang berkantung tebal); dan yang terakhir tentu saja Jo-jo, mantan simpanan Kah Lok-san sang gembong perompak terkenal. Di samping mereka masih ada empat mantan istri Si Jenggot Biru yang tak kalah berbahayanya. Yang pertama dilihatnya adalah Tong Ko-king yang manis si pemilik warung minum. Lalu Leng Hong-ji yang berwajah masam namun ternyata seorang tabib sekaligus pemilik toko obat. Menyusul kemudian adalah mantan istri tercantik, Tan Cing-cing sang pengelola Rumah Judi Pancing Perak dan juga teman kecil Ting-hiang-ih. Li He malah paling sulit ditemui dan baru bisa dijumpainya setelah Siau-hong berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Ternyata si pencuri Lo-sat-pai ini paling tidak cantik, tapi justru paling mata duitan dan gila seks.
Siau-hong kewalahan menghadapi keempat mantan istri Si Jenggot Biru itu. Keempatnya secara bergiliran menggodanya. Ditambah lagi dengan satu pemuda sinting yang selalu merecokinya. Pemuda tidak malu yang menggelari diri sendiri sebagai anak ajaib nomor satu di dunia ini bernama Li Sin-tong, adik Li He. Sin-tong ternyata tahu dengan jelas kalau Kah Lok-san yang hendak membeli Lo Sat-pai itu tidak lain adalah Pendekar Empat Alis yang beken. Rupanya diam-diam Sin-tong memilih mengkhianati kakaknya sendiri dengan menjadi mata-mata Si Jenggot Biru.
Keadaan berubah menjadi kacau setelah beberapa mantan istri Si Jenggot Biru mati terbunuh termasuk Li He. Gawatnya, tak seorang pun tahu di mana Lo-sat-pai disembunyikan selain Li He. Namun Siau-hong yang bermata jeli berhasil menemukan batu kemala yang diincar banyak orang itu. Begitu berhasil, Swe-han-sam-yu langsung menagih Lo-sat-pai pada Siau-hong. Sayang batu kemala itu sudah dicuri salah satu perempuan berbahaya yang tersisa, tapi jagoan kita sama sekali tidak khawatir karena ia yakin Lo-sat-pai yang ditemukannya itu palsu.
Tak perlu heran bila Keajaiban Negeri Es begitu konsisten menyuguhkan sambungan sepak terjang Liok Siau-hong dan mampu menghilangkan rasa penasaran yang menggunung usai membaca Rumah Judi Pancing Perak. Karena serial keempat dan kelima ini sebenarnya satu buku yang dipecah menjadi dua. Judul aslinya tetap Rumah Judi Pancing Perak.
Sejak awal, para pembaca disuguhi berbagai kejutan sehingga ketegangan terus meningkat sampai akhir cerita. Khu Lung membuat kita makin mengenal bagaimana cara kerja Pendekar Empat Alis. Kadang jagoan kita ini sengaja membiarkan dirinya ditipu agar para penjahat berpuas diri. Di saat mereka lengah, dengan cerdik Liok Siau-hong mampu membalikkan keadaan dan membongkar satu-persatu konspirasi berlapis yang saling tumpang tindih. Selain itu kita juga makin mengenal sifat Siau-hong yang mata keranjang. Sepertinya ia sudah benar-benar lupa pada Auyang Cing yang menunggunya di kota dan membiarkan dirinya jatuh ke dalam pelukan perempuan-perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya dengan baik.
Sayangnya ada beberapa kesalahan kecil yang cukup mengganggu. Beberapa kali penyadur keliru menulis nama tokoh. Meski membuat kita sedikit bingung, tapi tidak akan menurunkan selera baca untuk segera melahap habis cersil ini agar bisa membaca kisah petualangan Pendekar Empat Alis berikutnya, Perkampungan Hantu. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|