|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
06 Sep 2008 - 19:12:48
Isi Resensi : C Cube dan Kenangan yang Terancam Hilang
Ayah Artemis telah ditemukan. Ibunya telah pulih. Dengan pengawasan kedua orang tuanya di Fowl Manor, mustahil bagi Fowl junior itu untuk melakukan berbagai aksi ilegal lagi. Tetapi masih ada waktu untuk satu pekerjaan terakhir.
C Cube. Itulah awal dari petualangan Artemis Fowl di buku ketiga ini. Kubus mini berbasis teknologi yang ‘dipinjamnya’ dari Kaum Peri itu bisa membaca informasi apa pun pada platform apa pun, organik maupun elektronik. Memutar video, membuka hubungan online, menyusup ke komputer mana pun, memindai denyut jantung, bahkan menumpangi satelit pun bisa dilakukan. Semua fungsi itu dilindungi oleh Eternity Code -Sandi Abadi- yang hanya bisa dibuka oleh pembuatnya, Artemis sendiri.
Semua berantakan ketika Artemis memamerkan C Cube kepada Jon Spiro, seorang pengusaha licik Amerika. Saat Spiro mengujinya dengan meminta pemindaian untuk pengintaian, komponen teknologi peri di dalam Cube menangkap berkas-berkas satelit LEP, kepolisian Eleman Bawah, satu-satunya tempat tinggal peri yang belum terjamah manusia. Sayangnya hal itu, jika dibiarkan, tidak akan bertahan lama. Spiro merampas C Cube, dan Artemis yakin, di tangan manusia serakah itu, C Cube akan menjadi benda yang membahayakan keamanan dunia manusia dan keberadaan Elemen Bawah.
Hanya ada satu cara merebut kembali C Cube: meminta bantuan Kaum Peri. Kapten Short -yang kebetulan sedang ditugaskan untuk mencari tahu siapa yang mem-ping Kaum Peri- bertemu kembali dengan Artemis. Komandan Root mengizinkan Kapten Short membantu, dengan syarat, segala ingatan Artemis tentang Kaum Peri harus dihapus. Padahal, karena interaksinya dengan Kaum Peri-lah Artemis berubah; mendapatkan kembali orang tuanya, memiliki teman, menjadi lebih punya hati. Apakah dengan penghapusan ingatan itu ia akan kembali menjadi Artemis yang dingin, hampir bisa dibilang menjijikkan? Apakah Artemis akan membiarkan semua kenangan itu dihapus dari memorinya?
Seperti biasa, Eoin Colfer memukau para pembacanya dengan gambaran detail teknologi-teknologi canggih, plot menegangkan, dan karakter-karakter yang hidup. Kecerdikan Artemis Fowl yang seolah bisa menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan, kesetiaan keluarga Butler, keberanian Kapten Short, bantuan Mulch dan Foaly, keserakahan dan kelicikan Spiro, semuanya. Hanya saja, percakapan-percakapan ‘ilmiah’ -terutama antara Foaly dan Artemis- mungkin agak berat untuk dicerna, meski justru karena itulah aku semakin menyukai serial Artemis Fowl. Cerita yang tak hanya mengasyikkan, tetapi juga cerdas! |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|