|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
30 Jun 2007 - 11:09:31
Isi Resensi : Haruskah Sang Putri Meninggalkan Impiannya?
Novel yang diangkat dari cerpen penulisnya ini adalah satu dari sedikit teenlit yang saya baca. Resensi di bagian belakang novel lumayan menarik sehingga saya meminjam novel ini dari seorang teman.
Dari segi sampul, terkesan cukup manis. Menggambarkan sang tokoh utama yang terlihat sedang meniup pendar bintang. Cukup menggambarkan apa isi dari novel tersebut.
Tokoh utama bernama Selma, seorang remaja perempuan yang terus mengingat dongeng yang diceritakan oleh Bunda saat ia masih kecil. Di mana hati seorang Putri telah tercuri oleh Pangeran yang memberinya lima belas pendar bintang sebagai ganti hati sang Putri.
Selma menganalogikan Putri itu sebagai dirinya, dan sang Pangeran adalah seseorang yang ditakdirkan akan bersamanya suatu saat kelak. Berdasarkan dongeng itu, ia memberi satu syarat bagi orang yang ingin mendekatinya, mempersembahkan lima belas pendar bintang baginya.
Semakin beranjak dewasa, Selma ditertawakan karena masih mempertahankan dongeng itu. Banyak orang menyarankan Selma untuk melupakan dongeng yang terkesan terlalu indah dan tidak akan terwujud di kehidupan nyata.
Hidup berpihak pada Selma ketika ia bertemu Lewi. Selma seakan menemukan Pangeran itu dalam sosok kakak kelasnya yang disebut-sebut sebagai salah satu cowok most-wanted di kalangan cewek-cewek. Lewi adalah cowok idaman cewek-cewek di sekolah Selma. Ketua OSIS, pintar, baik, ganteng, intinya..perfect! Tak ayal Selma jatuh hati pada Lewi.
Ruffian, seorang cowok yang berusaha menjadi Pangeran bagi sang Putri, tapi selalu ditolak oleh Selma. Sementara Ruffian begitu menyayangi Selma, Selma malah berlaku sebaliknya. Sikap Selma bukanlah tidak beralasan, pasalnya dulu Ruffian pernah menertawakan dongeng yang selalu dipercaya oleh Selma. Sejak saat itu Selma membenci Ruffian dengan segenap hatinya karena menganggap Ruffian tidak peka dan berbuat seenaknya.
Ending yang disuguhkan terkesan manis, di mana sang Putri kemudian menemukan Pangerannya, lengkap dengan lima belas pendar bintang yang disyaratkan oleh Selma. Ending demikian mudah ditebak karena sudah umum ditemukan dalam cerita-cerita teenlit.
Jalan ceritanya memang sedikit unik. Tetapi secara keseluruhan terkesan sama saja dengan novel-novel lainnya, yaitu tokoh utama yang membenci tokoh lain di kemudian hari malah jatuh cinta dengan tokoh yang dibencinya.
Walau begitu, novel ini cukup menghibur untuk dibaca. Mengingatkan kita untuk tidak begitu saja membuang mimpi kita, se'anak kecil' apapun mimpi tersebut. Karena dunia berkembang antara lain karena manusia masih memiliki mimpi yang ingin digapainya. Karena itu, pertahankanlah mimpi Anda dan cobalah untuk mewujudkannya. |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|