Display Buku
Artemis Fowl #2 : Insiden Arktik - The Arktik Incident
 
Rp 48.000
Hemat Rp 9.600
Rp 38.400

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari sabilbul
 
  22 Sep 2008 - 18:08:12

Isi Resensi :
Ketika Artemis Keluar dari Zona Nyamannya


Di buku kedua ini, Artemis Fowl junior, otak kriminal cerdas berusia tiga belas tahun iu lagi-lagi harus berurusan dengan Kapten Holly Short dan Kaum Peri. Namun kali ini mereka tidak lagi berseteru, justru bergabung menjadi sekutu. Sudah hampir dua tahun sejak kapal Fowl Star ditenggelamkan di Teluk Kola, Murmansk, Rusia Utara, dan ayah Artemis dinyatakan hilang. Tetap saja, Artemis menolak percaya ayahnya telah meninggal. Ia terus memantau perkembangan dan berita-berita yang berhubungan dengan keberadaan ayahnya. Suatu hari ia mendapatkan email berformat MPG yang menampilkan sesosok pria, terikat di kursi, berlatar padang salju, dengan papan bertuliskan huruf-huruf hitam besar: Zdravstvutye syn - bahasa Rusia untuk Halo, Nak. Sebuah awal dari tuntutan tebusan Mafiya penculik ayahnya. Di Elemen Bawah, dekat inti bumi, tempat tinggal para peri, terjadi kekacauan. Sistem keamanan Foaly -centaur jenius- di terminal peluncuran E37 ditembus goblin. Goblin itu bersenjata laser moncong lunak, dengan energi dari baterai AA. Bagaimana bisa, sumber daya manusia ada di tangan goblin? Kalau sampai ada manusia yang bekerja sama dengan goblin, itu artinya bahaya! Tinggal tunggu waktu sampai manusia-manusia serakah itu turun ke bawah tanah dan mengeksploitasi segalanya. Artemis Fowl menjadi tersangka utama, dalang di balik penyelundupan senjata ilegal itu. Tidak heran, mengingat apa yang dilakukan Artemis sebelumnya -mencuri Buku, menculik salah seorang peri, dan meminta emas Kaum sebagai tebusan. Segera ia dan Butler, pengawal setianya, diculik dan dibawa ke ruang interogasi kepolisian Elemen Bawah, LEPrecon. Tetapi kali ini, ia sama sekali tidak terlibat. Maka Artemis dan Kaum Peri membuat kesepakatan, Artemis akan membantu Kaum Peri menangkap biang kerok sesungguhnya bila mereka mau membantu membebaskan ayahnya. Petualangan dimulai. Dengan cepat Butler berhasil melumpuhkan manusia yang memasok baterai kepada para goblin. Sekarang Artemis, Butler, Kapten Short, dan Komandan Root melesat menuju Akrtik untuk membebaskan ayah Artemis. Mereka tidak menyadari, pengkhianatan sesungguhnya baru akan dimulai. Pengkhianatan seorang bangsa peri yang ingin mengambil alih LEP, menguasai Elemen Bawah demi kepentingannya sendiri. Meski tidak semenegangkan buku pertamanya, tetap saja: seru! Detai-detail peralatan futuristik Kaum Peri digambarkan dengan apik. Di sini juga sisi-sisi humanitas Artemis Fowl lebih terlihat. Artemis yang individualis dan tak peduli, mulai belajar menghormati dan menghargai orang lain. Artemis yang biasa duduk nyaman memutar otaknya, terpaksa berlari berpacu dengan waktu, melompat dari kereta yang teradiasi uranium dan plutonium, tersuruk di padang salju, terluka, memanjat menerobos tinja, dan merangkak di pipa berisi jeli plasma. Segala hal yang tidak pernah Artemis lakukan sebelumnya. Inilah proses pendewasaan Artemis Fowl di cerita petualangannya yang kedua, bagaimana ia belajar keluar dari zona nyamannya.
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]