Display Buku
Artemis Fowl #2 : Insiden Arktik - The Arktik Incident
 
Rp 48.000
Hemat Rp 9.600
Rp 38.400

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari lil_pixie
 
  20 Agu 2007 - 13:50:26

Isi Resensi :
Petualangan, Realitas, dan Persahabatan


Setelah puas dengan buku pertama yang saya beli dengan cara gambling (bingung antara bagus atau tidak dan memilih untuk membuktikan dengan cara membeli ^^), saya sangat-sangat penasaran dengan buku-buku selanjutnya. Dan inilah buku kedua dari kisah Artemis Fowl. Seorang tokoh yang menurut saya cukup unik dan menarik untuk selalu diikuti jalan hidupnya. Walau baru berusia 12 tahun, Artemis berhasil 'merampok' kaum peri setelah terjadi duel antara kecerdasan Artemis dengan teknologi peri. Padahal keberadaan kaum peri sangatlah dirahasiakan dan nyaris tidak mungkin ditemukan. Namun Artemis mematahkan semua itu. Setelah mendapatkan kembali kekayaan yang ia butuhkan, Artemis kembali membuat nama Fowl terdengar. Dengan emas yang ia dapatkan ia mengembangkan perusahaan dan mendapatkan penghasilan yang cukup untuk semakin memperkuat keberadaan Fowl di dunia. Namun, tahun ini Artemis harus kembali bersekolah di sebuah sekolah asrama atas permintaan ibunya. Hal ini membuat ruang gerak Artemis sedikit menyempit. Kehidupannya berjalan sedikit lebih tenang sebelum ia mendapat kiriman video yang menunjukkan bahwa ayahnya yang selama ini dikira tewas ternyata masih hidup. Ayahnya ditawan dan akan dikembalikan apabila Artemis menyerahkah uang tebusan. Sementara itu, Holly Short diturunkan pangkatnya karena peristiwa penyanderaan yang terjadi tahun lalu. Hal ini membuatnya jengkel bukan kepalang karena sekarang ia hanya menjadi petugas tidak penting. Namun perannya kembali diperlukan kala terjadi kebocoran di antara kaum. Tampaknya ada yang sedang menyusun pemberontakkan terhadap kaum. Terbukti dengan ditemukannya Goblin yang membawa senjata moncong lunak dan sebuah shuttle yang dibuat oleh mereka. Untuk sekedar informasi, goblin digambarkan sebagai makhluk yang sangat bodoh sehingga tidak mungkin hal-hal di atas dapat mereka lakukan sendiri tanpa bantuan pihak lain. Diduga terjadi perdagangan antara salah satu peri dengan manusia. Dan tersangka utama adalah Artemis Fowl, yang telah dinobatkan sebagai musuh paling berbahaya bagi kaum. Pencarian Artemis pun terganggu dengan adanya tuduhan itu. Namun sekali lagi dengan kecerdasannya, ia berhasil mengubah ketidakberuntungannya itu menjadi sebuah keuntungan. Ia membantu kaum memecahkan masalah mereka sementara ia harus menunda pencarian akan ayahnya. Pemberontakkan pecah di antara kaum tepat ketika tokoh-tokoh penting itu tidak ada di tempat. Semua teknologi peri laser peri padam. Satuan keamanan peri hanya dapat menghindar ketika para goblin menyerang kota. Mampukah kaum peri selamat dari pemberontakkan besar-besaran dan terorganisir dengan sangat baik ini? Siapakah yang berada di balik pemberontakkan ini? Bagaimana Artemis menyelamatkan ayahnya dan bagaimana nasib ayah Artemis selanjutnya? Anda akan menemukan jawabannya dengan membuka halaman-halaman selanjutnya dari novel ini. Eoin Colfer menulis dengan sangat apik sehingga alur cerita dirasa pas. Tokoh-tokoh yang ditampilkan pun menarik dan memiliki kekhasan masing-masing. Menurut saya, walaupun novel ini dipenuhi adegan menegangkan, namun Anda masih dapat tetap rileks saat membacanya. Selamat menikmati petualangan seru Artemis kali ini! ^^
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]