|
Apa itu Resensi?
Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
|
|
|
| |
30 Agu 2006 - 14:31:11
Isi Resensi : Ocean Sea
Novel Alessandro Baricco yang baru saja diterjemahkan, OCEAN SEA, yang terjadi di sebuah tempat yang jauh di sana, memiliki kehampaan sebuah dongeng kerajaan namun juga memiliki ketajaman sebuah mimpi.
Kisahnya, yang agak aneh dan tragis, menggambarkan sekelompok orang yang eksentrik--seorang wanita muda bangsawan, seorang pendeta, seorang pezina, seorang pelukis, seorang profesor, dan seterusnya--yang tergabung pada sebuah penginapan tepi pantai yang dijalankan hanya oleh lima anak kecil. Pada akhirnya saya agak terkejut akan betapa rapatnya jika semuanya disatukan. Sebuah mahakarya.
Awalnya tokoh-tokoh yang aneh itu digambarkan dengan satir, dimulai dari Plasson, pelukis yang mencelupkan kuasnya pada ombak lautan untuk melukis laut yang tak tampak (“pria ini melukis laut dengan laut”). Namun, pada akhir buku jelas bahwa Baricco mengagumi ciptaannya. Yang paling disukainya mungkin adalah Bartleboom, sang profesor, yang telah melakukan perjalanan ke tepi laut untuk mempelajari titik di mana tepatnya ombak memecah di pantai--titik di mana laut berakhir--untuk Ensiklopedia Batasan yang sedang ditulisnya. Pada awalnya, Bartleboom muncul sebagai seorang ilmuwan sombong. Namun setiap malam orang ini dengan hati-hati menuliskan sebuah surat cinta yang bergelora kepada wanita khayalan yang dicintainya, lalu meletakkannya di dalam sebuah kotak mahoni hingga hari yang ditunggu-tunggu ketika--dengan yakinnya--ia akan bertemu dengan wanita itu. Sebuah komedi namun bukan komedi konyol, melainkan komedi akan kedermawanan, akan nasib. “Katalog karya lukis Michel Plasson” milik Bartleboom sangat lucu (“Sama sekali putih…Sama sekali putih…Sama sekali putih”) hingga rasa sayangnya pada temannya itu muncul dan berubah menjadi sangat mengharukan. Ia adalah ciptaan yang hebat, seorang tokoh yang diawali dengan gaya konyol seorang badut dan akhirnya justru menjadi pahlawan moral.
Gaya Baricco lebih banyak hiasannya di OCEAN SEA daripada di karyanya yang terdahulu, novelnya yang istimewa, “Silk”, yang diceritakan dengan cara yang langsung namun agak ditahan-tahan. Dalam OCEAN SEA ia menggunakan kalimat-kalimat panjang, membentangkan tali kata-kata yang absurd dalam keindahannya, kalimat-kalimat yang terus dan terus, hanya frase dan klausa yang digabungkan, sungguh, seperti yang sedang saya lakukan sekarang ini, kecuali tentunya yang saya lakukan ini hanyalah sebuah trik yang menggunakan koma, Baricco melakukannya dengan genius, dengan humor dan keagungan, dan terkadang ia membuat jenis seperti ini untuk saat-saat yang amat dramatis.
Novel ini memiliki aura gaya klasik yang dibangun dengan mantap: Segalanya yang terjadi di dalamnya sangat mengejutkan dan juga tak dapat dihindari. OCEAN SEA adalah tragedi yang khusus--sebuah tragedi yang ditulis oleh penulis yang jiwanya ceria, seorang seniman dengan suratan nasib yang ceria di antara kebaikan orang banyak--dan itu membuatnya unik, menurut pengalaman saya, karena siapa pula yang pernah mendengar sebuah tragedi yang optimis? |
|
| |
[Semua Resensi Buku Ini] |
|