Display Buku
Angan
 
Rp 42.000
Hemat Rp 8.400
Rp 33.600

 
Apa itu Resensi?

Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku.
Resensi itu bukan sekadar menceritakan isi buku atau sinopsis.
Resensi adalah penilaian Anda secara kritis setelah membaca isi buku, apa kelebihannya atau kekurangannya.
Jadi sekali lagi, resensi tidak sama dengan sinopsis dan resensi tidak mengandung spoiler (membocorkan isi cerita yang penting).
Resensi dari fanny suherman
 
  02 Des 2012 - 22:46:48

Isi Resensi :
ANGAN, NOVEL TEENLIT YANG KEREN


Saya tertarik membeli buku ini karena covernya manis. Judulnya pun pendek banget. Angan. Hmm…angan tentang apakah? Kesannya misterius sekali. Ketika melihat belakang covernya, tidak ada ringkasan ceritanya. Jadi penasaran nih. Tapi saya yakin ceritanya pasti tentang cinta. Tapi setelah membaca isinya, saya nggak kecewa. Walau kisahnya tentang anak-anak SMA. Gaya penulisannya manis, alurnya keren dan bahasanya pun nggak alay. Untuk novel teenlit dan ditulis oleh penulis yang masih berusia muda, saya sungguh salut dengan kemampuannya menguraikan cerita ini. Banyak kalimat simbolik yang penuh makna. Misalnya saja : ketika tokoh Rio mencoba menjelaskan bahwa perasaan Nadia kepada pak guru favoritnya : mister Kim, adalah perasaan kagum belaka karena mister Kim mirip dengan aktor Korea kesayangan Nadia. Rio menjelaskannya dengan memberi contoh tentang sayur asam yang meskipun disebut sayur asam tapi ada rasa-rasa lainnya. Rasa manis pada jagung, rasa pedas pada cabe dan rasa asin pada garam. Semua rasa itu ada di sayur asam, tetapi kita menyebutnya sayur asam. Begitulah manusia. Kadang, tak bisa membedakan rasa. Apakah rasa kagum, hormat atau beneran rasa cinta? Bahkan, Rio juga menjelaskan dengan memberi contoh rasa permen karamel. Selain manis, ada juga rasa asin karena salah satu bahan pembuat permen itu adalah margarin. Makanya, ada rasa asin. Meskipun sempat bingung, akhirnya Nadia mengerti apa maksud dari perumpamaan sayur asam tapi nggak hanya ada rasa asam saja. Dan, apa arti permen Karamel yang rasanya nggak hanya manis saja. Perumpamaan yang sangat keren. Untuk sebuah novel remaja, cara penulis menggunakan perumpamaan itu - menurut saya - sungguh luar biasa. Hanya saja, saya mulai berpikir : Apa iya, seorang cowok berusia 17 tahun) bisa sebijak itu menasihati temannya dengan perumpamaan sayur asam dan permen karamel? Apakah kesannya tidak lebay? Tetapi saya mencoba menepis keraguan itu. Mungkin saja memang ada cowok berusia remaja sebijak tokoh Rio. Apalagi anak-anak remaja sekarang lebih pinter daripada generasi sebelumnya. Yah, apa sih yang nggak mungkin di dunia ini? So, buat kamu yang pengen baca novel teenlit bermutu, yang bisa memberi hiburan sekaligus pencerahan, dengan bahasa yang nggak alay nan lebay, saya rasa novel ini layak dibeli. Saya yang bukan ABG saja suka. Apalagi yang masih ABG. Jumlah halamannya juga tidak terlalu tebal (hanya 279 halaman). Biasanya, para ABG kan nggak suka baca novel yang tebal-tebal (kecuali novel Harry Porter). Cuma butuh waktu dua sampai tiga jam untuk menyelesaikannya.
Rating
+1 rating+1 rating+1 rating+1 rating+0 rating


 
 
[Semua Resensi Buku Ini]