Kuda Binal Kasmaran
DESCRIPTION
Kisah ini merupakan lanjutan dari Pukulan Si Kuda Binal: http://www.bukukita.com/infodetailbuku.php?idBook=3767 Cuplikan bab 1: Tanggal 11 bulan 9. Hari kedua setelah hari raya Cong-yang. Cuaca cerah ceria. Hari ini bukan hari raya, bukan hari besar juga bukan hari istimewa. Tapi hari paling mujur bagi Siau Ma alias si Kuda Binal, hari paling mujur dalam jangka tiga bulan belakangan ini. Hari ini Siau Ma hanya berkelahi tiga kali, tiga babak, tubuhnya hanya kena sekali bacokan golok. Luar biasanya adalah sampai saat ini masih belum mabuk. Malam telah larut, Siau Ma masih berjalan tegap dan kuat dengan kedua kakinya, ini kejadian luar biasa, kalau tidak mau dikata keajaiban. Bagi orang lain setelah minum arak sebanyak itu, terluka oleh bacokan golok lagi, apa yang dilakukan kecuali telentang di tanah merintih dan meregang jiwa menunggu ajal. Bagi ukuran Siau Ma, bacokan golok itu tidak dirasa berat, padahal kalau bacokan golok itu ditujukan ke batang pohon sebesar paha, pasti pohon itu roboh terpotong jadi dua, coba bayangkan betapa parah luka yang diderita Siau Ma. Serangan golok itu tidak cepat, namun pemilik golok itu mahir membelah seekor lalat yang sedang terbang di udara, malah bukan hanya seekor lalat yang berhasil dipotongnya. Jikalau peristiwa ini terjadi tiga bulan kemudian, meski ada tiga atau lima batang golok membacok tubuhnya, Siau Ma dapat merampas satu dua batang, menendang satu dua batang di antaranya, sisanya yang sebatang dengan mudah dia patahkan jadi dua potong. Bahwa hari ini si Kuda Binal hanya terkena satu bacokan golok, bukan lantaran tidak mampu berkelit, tidak bisa menghindar, juga bukan karena dia mabuk. Dia terbacok karena ingin merasakan bacokan golok lawan, ingin menikmati bagaimana rasa dan betapa nikmat bacokan golok Peng-lohou dari Ngo-hou-toan-bun-to yang terkenal lihai itu. Bacokan itu tentu tidak enak, tidak nikmat, sampai sekarang, bacokan golok di tubuhnya itu masih mengalirkan darah. Maklum, baja tajam yang beratnya empat puluh tiga kati, kalau membacok tubuh orang, orang itu pasti celaka. Manusia mana yang mau dibacok golok dengan percuma. Tapi Siau Ma senang, dia gembira. Peng-lohou yang membacok dirinya malah celentang tak bergerak di tanah. Karena saat goloknya membacok Siau Ma, untuk sementara bocah ini bisa melupakan penderitaan lahir batin. Siau Ma memang sengaja menyiksa diri, supaya dirinya menderita. Dengan cara apa saja dia ingin melupakan derita batinnya. Dia tidak takut mati, tidak takut miskin, biar dunia kiamat, langit ambruk menindih kepalanya juga tidak peduli. Akan tetapi derita batin yang satu ini, membuatnya sengsara.
REVIEW Kuda Binal Kasmaran
| Rating |
![]() ![]() ![]() ![]() |
Setelah memilih tiga gadis anak buah Lan-Lan sebagai pengawal, Siau Ma segera mengumpulkan rekan-rekannya. Thio-gong cu, si tuli bertelinga tajam yang sangat jago membaca gerak bibir, Lo-bi si pecundang yang berjiwa nekat dan Siang bu-gi, jago pedang yang suka menguliti manusia.
Begitu menginjakkan kaki di Long-san, mereka dihadang dan diserang oleh banyak kelompok serigala tanpa ampun. Dari serigala malam yang sadis sampai serigala siang yang jauh lebih sadis. Ada pula gerombolan serigala muda ala hippies yang membuat suasana tegang. Tapi yang paling berbahaya adalah empat pentolan Long-san. Yang pertama, Pok Can, kakek bersenjatakan pipa cangklong raksasa. Kedua, Un Liang-giok si hidung belang yang luar biasa licik. Kemudian Hoatsu, biksu pemakan daging manusia. Dan yang terakhir Liu toa-ga, serigala wanita berkaki besar yang ganas.
Menyadari tidak dapat keluar Long-san dengan mudah, Siau Ma dan kawan-kawan bertekad berunding dengan Cu Ngo Thay-ya. Sayangnya sang raja tidak gampang ditemui. Mereka harus menghadapi beberapa rintangan sulit. Ditambah lagi Si Kuda Binal harus memilih menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya atau nyawa teman-temannya.
Kuda Binal Kasmaran berbeda dengan Pukulan Si Kuda Binal. Tak banyak adu siasat penuh tipu. Sedikit mengecewakan, tapi konsisten dengan karakter Siau Ma yang memang tidak secerdik Ting Si. Si Kuda Binal lebih mengandalkan tinju mautnya daripada otaknya. Jadi novel ini penuh dengan serentetan adegan perkelahian seru. Untung saja kemunculan banyak tokoh berpenampilan ajaib dengan karakter nyeleneh membuat novel ini tidak membosankan. Bahkan adegan tujuh belas tahun bertebaran di mana-mana. Mungkin novel ini termasuk karya Khu Lung yang termesum. Sayangnya, sama seperti dalam Pukulan Si Kuda Binal, penyelesaian masalah dalam novel ini mengecewakan dan antiklimaks. Ada satu hal lagi yang sedikit mengganggu. Kalau di Pukulan Si Kuda Binal, judul tidak sesuai, maka di Kuda Binal Kasmaran, gambar cover yang aneh. Tidak ada tokoh gadis bersenjatakan tombak dalam novel ini. Jangan-jangan sebenarnya ini gambar sampul untuk Pukulan Si Kuda Binal?
WHY CHOOSE US?
Nikmati koleksi Buku Saduran terlengkap ditambah discount spesial.
Pesanan Anda segera Kami proses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006. Berikut Testimonial dari Pengguna Jasa Bukukita.com
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Bagikan melalui Whatsapp













