Matahari Di Atas Gilli
DESCRIPTION
"...Penulis dituntut untuk menyihir sampai kalimatnya yang terakhir. Keberanian, ketrampilan dan ketulusan sangat penting. Lintang di novel ini sudah menunjukkan kriteria itu."
-- Putu Wijaya
"Matahari Di Atas Gilli adalah pembuktian kualitas kepengarangan Lintang Sugianto. Ia sukses mengawinkan kelayakan isi dan bentuk. Ia berhasil merangkai novel sosial yang terang dalam balutan gaya bahasa lirik yang puitis..."
-- Eep Saefulloh Fatah
"...Novel ini cepat menghantar saya semula kepada suatu suasana indah dan gemetar cinta yang pernah saya alami, ketika membaca Novel The Sound of Waves oleh Yukio Mishima -- Novelis Jepang. Membaca novel ini, saya semakin teransang untuk lebih ingin tahu tentang Gilli."
-- Sasterawan Negara Datuk A. Samad Said; Malaysia
"...Saya sudah membacanya. Saya minta kepada Mbak Lintang (penulisnya) untuk mengakhiri novel ini, agar Suamar tetap hidup. Dan tidak dikabulkannya. Ah! Penulis memang seperti Tuhan. Rugi bagi Anda yang tidak membaca buku ini."
-- Ratih Sang
"...Maka hanya sesuatu atau seseorang yang masih percaya kepada harapan sajalah, yang akan tampil sebagai pemenang. Karena pada hakekatnya harapan itulah matahari."
-- Slamet Rahardjo Djarot
"...Novel Lintang Sugianto ini dalam pusaran itu, kuat dengan kekhasan dari sastra semacam itu: plot dan karakter yang teguh linearitas yang terjaga, ide-ide heroistik dan misianistik, hingga situasi-situasi tragik (kadang komedik) menjadi bumbu di dalamnya. Seperti danau yang bijak, ia melenakan."
-- Rhadar Panca Dahana
"...Cara Lintang memperincikan diskripsi dan bermain dengan diksi tentu sekali mampu memikat pembaca untuk menikmati keseluruhan novel ini. Nilai lokal etnik melayu yang melatari novel ini pasti memikat khalayak Nusantara, termasuk khalayak dari Malaysia."
-- Prof. Dr. Ir. Wan Abu Bakar Wan Abas
Pengasas eSastera.com
"Agak tidak adil (baca:tidak berani) memberi endorsement untuk karya yang indah ini. Tapi yang jelas, aku kagum..."
-- Martha Santoso Ismail
"...Yang saya suka, novel ini bersifat ke--Indonesia--an."
-- Dr. Victor Pogadaev
Universitas Moskow dan Universiti Malaya
"Membaca Matahari Di Atas Gilli tanpa terasa kita diajak tadabbur alam..."
-- Habirurrahman el Shirazy
Penulis Novel Ayat-Ayat Cinta
Ia tidak memakai bahasa uraian, atau gambaran yang klinis, tetapi dengan metafora-metafora puitis yang jauh lebih bisa mendalam gambarannya. "Inilah keistimewaan Lintang dalam kemampuannya melukiskan peristiwa jiwa. Barangkali dalam hal ini hanya bisa ditandingi oleh Leila Chudori, yang secara kebetulan juga seorang perempuan."
-- W.S. Rendra
REVIEW Matahari Di Atas Gilli
| Rating |
![]() ![]() ![]() ![]() |
Gili adalah sebuah pulau di Probolinggo dengan luas 68Ha yang dihuni 8000 jiwa dan mayoritas suku madura yang dapat ditempuh selama 30 menit dari Kota Probolinggo nama lengkap pulau ini adalah Gili Ketapang yang 90% penduduknya adalah nelayan, tak banyak orang yang mengetahui pulau ini, walaupun pulau gili mempunyai pesona taman air bawah laut seperti yang dimiliki oleh objek wisata Pasir Putih atau Papin biasa disebut oleh masyarakat Situbondo tetapi belum dikembangkan secara maksimal seperti di Bunaken.
Bahasa Penulisan dan Sejarah
Novel Matahari di Atas Gili mencerminkan imajinasi sang penulis begitu “liar” seperti bagaimana penulis menjelaskan bagaimana terjadinya Reproduksi Manusia, bahasa prosa yang sangat indah penuh dengan petuah dan filosofis bahkan membaca Novel ini seolah olah kita diajak memahami bait-bait puisi sehinggan benar seperti komentar W.S Rendra pembaca dengan bebas menerjemahkannya tanpa mesti menggurui dan mengikuti apa kata penulis, begitu juga kemampuan mendeskripsikan kejadian yang sedang berlangsung membuat pembaca dapat membayangkan kejadian yang sesungguhnya dalam cerita, sangat detail dan terperinci. Tetapi sepertinya pembaca mesti mencari referensi lain tentang Pulau Gili sebab penulis tidak mehhnjabarkan secara detail geografis pulau Gili, Keberadaan Gua Kucing saat ini memang menjadi salah satu tujuan objek wisata dan dikeramatkan oleh Masyarakat setempat tetapi kucingnya sendiri sudah tidak ada karma populasi kucing menyusut dan hilang setelah ditinggalkan oleh syech Ishap atau Ishak yang merupakan penyebar agama Islam karena pulau Gili merupakan salah satu tempat yang disinggahi oleh Syech ishap atau Ishak dalam perjalanan dari Gresik Menuju Blambangan Banyuwangi, anehnya setiap malam jumat legi akan terdengar suara “meong” di sela-sela gua tetapi setelah didekati suara itu menghilang.
Isi Cerita
Rentetan cerita mengalir begitu runtun, bagaimana seorang Syuhada atau Hada yang menjadi tokoh sentral harus menyikapi hidup setelah ia mengetahui mamak bukanlah orang tua kandungnya namun ia terus berjuang untuk terus menjalani hidup dengan optimis walaupun dalam menempuh pendidikan ia harus berpindah dari satu majikan ke majikan lain yang memberinya toleransi untuk sekolah dan bekerja menjadi pembantu rumah tangga, sampai akhirnya ia dapat menyelesaikan SMA, tapi hidupnya terasa hampa setelah ditinggal mamak untuk selama lamanya walaupun majikan Hada begitu menyayanginya layaknya anak sendiri.
Kehampaan hidup Hada kembali bersinar tatkala ia berada di pulau Gili setelah dipersunting seorang lelaki pembuat kapal yang berasal dari pulau Gili, kini ia mempunyai tempat bersandar dari keresahan dan kehampaan hidup pada suamar suminya dan Bu No ibu angkatnya, sosok Hada menjelma menjadi sosok yang penuh semangat tatkala ia ingin memberikan arti hidup pada anak anak pulau gili dengan memberikan pendidikan yang layak walaupun ia tidak pernah punya pengalaman menjadi seorang guru tetapi metode pembelajaran yang ia berikan patut menjadi metode pendidikan dasar yang menekankan pada pola pendidikan bermain sambil belajar tapi memang untuk mewujudkan cita-citanya tidaklah gampang, ia harus mengurai adat dan budaya, pola fikir masyarakat tentang arti pentingnya pendidikan umum di samping pendidikan agama dan pembauran secara totalitas agar ia mampu menjadi bagian dari masyarakat dan bukan dianggap sebagai pendatang, sebuah proses yang cukup panjang.
Penggambaran kehidupan manusia yang saling menyayangi sesama terpampang jelas bagaimana seorang suamar menerapkan pada Hada kapan ia menjadi seorang suami yang harus mengambil keputusan yang tidak boleh dibantah oleh istri atau bagaimana menempatkan diri sebagai sahabat pada istrinya Syuhada atau bagaimana suamar menjadi orang lain dengan membiarkan istrinya Syuhada melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai oleh suamar tetapi karena yang dilakukan adalah sebuah kegiatan yang mulia dan tidak menyimpang dari norma berumah tangga, suamar tidak melarang tetapi tetap bertanggung jawab atas apa yang dilakukan Syuhada, sebuah contoh gambaran kehidupan berkeluarga yang ideal. Ternyata kasih sayang suamar terlalu dalam sehingga ia tak sanggup menguburnya dengan material apapun di samping rasa bersalah yang memenuhi ronggga kepalanya sehingga ia tidak mampu lagi berpfikir logis setelah ditinggal Syuhada untuk selama-lamanya, sebuah akhir yang tragis tetapi menyentuh...
WHY CHOOSE US?
Nikmati koleksi Buku Sastra terlengkap ditambah discount spesial.
Pesanan Anda segera Kami proses setelah pembayaran lunas. Dikirim melalui TIKI, JNE, POS, SICEPAT.
Semua barang terjamin kualitasnya dan terpercaya oleh ratusan ribu pembeli sejak 2006. Berikut Testimonial dari Pengguna Jasa Bukukita.com
Kami selalu memberikan harga terbaik, penawaran khusus seperti edisi tanda-tangan dan promo lainnya

Bagikan melalui Whatsapp















